Kedutaan Besar Republik Indonesia di Meksiko mendirikan Pusat Kebudayaan Indonesia di Mexico City sebagai upaya memperkenalkan budaya Nusantara kepada masyarakat setempat yang dikenal memiliki kecintaan besar terhadap warisan budaya.
Toferry Primanda Soetikno Duta Besar RI untuk Meksiko, Jumat (12/6/2026), menjelaskan bahwa pendirian pusat kebudayaan ini merupakan bagian dari program People Center Relation yang ia kembangkan, dengan menekankan pendekatan berbasis interaksi langsung dengan masyarakat. Ia menilai hubungan Indonesia dan Meksiko telah berkembang melampaui bidang politik dan ekonomi, merambah pula ke ranah kebudayaan.
Gagasan ini juga didorong oleh potensi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, yakni keberadaan ruang serbaguna bernama Cassa Cultura di lingkungan KBRI yang kerap kosong, serta koleksi benda seni dari berbagai daerah di Indonesia yang sebelumnya hanya dipajang pada momen tertentu. “Saya berpikir semuanya perlu dijadikan pameran permanen, seperti galeri atau museum,” ujar Toferry, seperti dilansir Antara.
Pusat Kebudayaan Indonesia resmi dibuka pada 23 Mei 2026, bertepatan dengan Festival Indonesia, dan langsung disambut antusias oleh lebih dari 500 pengunjung. Kini, masyarakat umum dapat mengunjunginya dengan terlebih dahulu membuat janji melalui pihak KBRI. Setiap rombongan akan mendapat pemanduan dari staf KBRI, termasuk menonton tayangan tentang kebudayaan Indonesia sebelum memasuki area museum.
Sejak dibuka, pusat kebudayaan ini telah menerima kunjungan dari kalangan pelajar, mahasiswa, seniman, hingga anggota parlemen Meksiko. Pihak parlemen bahkan menyebut inisiatif ini sebagai inovasi yang patut dicontoh oleh kedutaan negara lain di Mexico City.
Saat ini koleksi museum telah mencapai lebih dari 100 benda seni dan budaya dari Sabang hingga Merauke. Ke depannya, KBRI berencana terus menambah dan menata koleksi agar pusat kebudayaan ini dapat menjadi ujung tombak diplomasi budaya Indonesia di Meksiko dan kawasan Amerika.(ant/iss)




