Gelisah Sebelum Tidur? Atasi dengan Ritual Sederhana Ini

celebesmedia.id
6 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Bagi sebagian orang, malam hari adalah waktu terbaik untuk melepas penat dan mengistirahatkan tubuh.

Namun bagi sebagian lainnya, saat lampu kamar dipadamkan dan suasana menjadi hening, momen itulah yang justru menjadi awal dari datangnya rasa cemas dan gelisah yang mengganggu.

Fenomena ini ternyata bukan hal yang aneh. Pendiri dan Direktur Gateway of Healing, Dr. Chandni Tugnait, mengungkapkan bahwa kecemasan malam hari ini merupakan respons alami dari tubuh yang kelelahan.

"Bagi banyak orang, malam hari bukanlah waktu istirahat, melainkan lebih seperti penghitungan tak terencana dari hari yang terlalu ramai untuk diproses," ujar Tugnait, sebagaimana diberitakan ANTARA yang mengutip Hindustan Times.

"Ini bukan kegagalan pribadi atau gangguan tidur, tetapi inilah yang terjadi ketika sistem saraf telah kelebihan beban selama berjam-jam dan akhirnya diberi momen tenang, sistem saraf tidak tahu harus berbuat apa," tambah dia.

Secara ilmiah, riuhnya pikiran di malam hari ini dipicu oleh otak yang tidak mendapatkan waktu istirahat sama sekali pada siang hari.

Rentetan notifikasi ponsel, kejaran tenggat waktu, dan berbagai gangguan digital membuat otak dipaksa terus sibuk.

Begitu malam tiba dan suasana mendadak sunyi, stres serta kekhawatiran yang menumpuk seharian justru baru mendapatkan ruang untuk muncul ke permukaan.

Faktor kedua yang tak kalah krusial adalah hormon stres yang masih aktif. Akibat stimulasi berlebihan sejak pagi hingga sore, siklus alami tubuh pun menjadi terganggu.

Hormon kortisol yang tetap tinggi membuat sistem saraf terus berada dalam mode waspada terhadap "ancaman" yang sebenarnya tidak ada. Efeknya, tubuh menjadi gelisah, tegang, dan sulit untuk sekadar rileks.

Selain itu, ritme hidup yang terbiasa dengan kebisingan dan kesibukan kerja di siang hari juga ikut andil.

Ketika aktivitas itu tiba-tiba berhenti total di malam hari, pikiran yang kehilangan pengalihan akan langsung berbalik menyerang dengan intensitas yang terasa jauh lebih kuat dalam keheningan.

Untuk meredakan "kebisingan" di dalam kepala ini, Dr. Tugnait merekomendasikan sebuah ritual sebelum tidur.

Caranya adalah dengan mulai menjauhkan diri dari layar gawai, menulis jurnal, membaca buku, hingga melakukan peregangan ringan atau mendengarkan musik yang menenangkan.

Serangkaian kebiasaan baik ini diharapkan mampu bekerja secara kolektif untuk menenangkan kembali sistem saraf yang tegang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gandeng Blibli, Bank Jakarta Hadirkan Engagement Store di Jakarta Fair 2026
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Sistem Perlinsos Jadi Solusi, Sekjend Kemensos: 40% Bansos Salah Sasaran
• 17 jam laluberitajatim.com
thumb
Ditanya soal Filosofi Mantan Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong Ogah Persija Parkir Bus, Begini Reaksi Prapanca
• 6 detik lalutvonenews.com
thumb
Terduga Pelaku Pelecehan Punya Les Privat yang Tak Dinaungi Perbakin Surabaya
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
SPPG tak Serap Komoditas Lokal, BGN Siap Bertindak
• 10 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.