Badung, Bali (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkolaborasi dengan platform dompet digit DANA untuk perlindungan ekosistem laut menjadi fondasi utama dalam pengembangan ekonomi biru Indonesia lewat aksi pembersihan sampah di Pantai Petitenget, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara M saat menghadiri kegiatan Beach Clean Up di Pantai Petitenget, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu, dalam rangkaian Road to Ocean Impact Summit (OIS) 2026.
Dalam kegiatan bertema Waste to Waves: Langkah Kecil yang Terkumpul, Akan Membawa Gelombang Perubahan yang Besar” itu, Koswara menekankan laut merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga keberlanjutannya, karena menopang ketahanan pangan, menghasilkan oksigen, serta menjadi pusat keanekaragaman hayati dunia.
Baca juga: Prabowo: Indonesia siap investasi besar-besaranpada ekonomi biru
“Dua pertiga wilayah Indonesia adalah laut. Di sana terdapat sumber daya yang mendukung kehidupan manusia, mulai dari oksigen, sumber pangan, hingga kekayaan biodiversitas yang tidak dimiliki banyak negara lain,” ujarnya.
Koswara menjelaskan KKP saat ini menjalankan lima kebijakan ekonomi biru, dimana sebagian besar berfokus pada upaya menjaga keberlanjutan ekosistem laut.
Kebijakan tersebut meliputi perluasan kawasan konservasi, perlindungan pulau-pulau kecil, pengendalian sampah laut, pengelolaan perikanan tangkap berkelanjutan, serta pengembangan perikanan budidaya.
Menurutnya, konservasi menjadi instrumen penting untuk menjaga kesehatan laut. Pemerintah menargetkan kawasan konservasi laut mencapai 30 persen pada 2045 sebagai bagian dari komitmen menjaga keanekaragaman hayati dan ketahanan ekosistem pesisir.
Selain itu, KKP juga memberi perhatian khusus terhadap pulau-pulau kecil yang memiliki fungsi ekologis tinggi meski luas wilayahnya relatif kecil. Kerusakan pulau kecil, kata Koswara, akan berdampak langsung terhadap kesehatan ekosistem laut secara keseluruhan.
Baca juga: KKP pastikan konservasi ekonomi biru secara inklusif dan berkeadilan
Dalam kesempatan tersebut, Koswara menyoroti persoalan sampah sebagai ancaman serius bagi ekosistem laut dan keberhasilan ekonomi biru. Sampah plastik yang masuk ke laut tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga berdampak pada rantai makanan dan sumber daya perikanan.
“Penelitian menunjukkan mikroplastik sudah ditemukan pada ikan. Karena itu, strategi terbaik adalah mencegah sampah masuk ke laut sejak dari daratan,” katanya.
KKP bersama Pemerintah Provinsi Bali menjalin kerja sama untuk memperkuat pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, termasuk di kawasan pesisir dan aliran sungai yang menjadi jalur utama masuknya sampah ke laut.
Model pengelolaan berbasis kolaborasi yang berhasil menekan residu sampah hingga 25 persen menuju tempat pembuangan akhir dinilai dapat direplikasi di berbagai daerah.
Kegiatan bersih pantai tersebut merupakan hasil kolaborasi KKP dengan platform dompet digital DANA Indonesia serta berbagai pemangku kepentingan sebagai upaya meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga ekosistem laut dan mengurangi kebocoran sampah ke perairan.
Direktur Komunikasi DANA Indonesia Olavina Harahap mengatakan tantangan lingkungan, khususnya persoalan sampah laut, membutuhkan aksi kolektif dari seluruh pemangku kepentingan.
Baca juga: Japan Foundation akan gelar diskusi ekonomi biru di Undip
Baca juga: KLH-KKP perkuat sinergi pengendalian perubahan iklim sektor kelautan
Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu institusi atau perusahaan saja, melainkan melalui kerja sama berbagai pihak.
"Bali dipilih karena menjadi simbol keseimbangan antara manusia dan alam yang selama ini dijaga melalui nilai-nilai luhur masyarakatnya. Namun, di saat yang sama, tantangan lingkungan seperti sampah juga semakin nyata dan membutuhkan aksi bersama," kata Olivia.
Ia menjelaskan keberlanjutan telah menjadi bagian dari strategi operasional perusahaan.
DANA meyakini teknologi dan inovasi digital dapat mempercepat perubahan menuju pembangunan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara M saat menghadiri kegiatan Beach Clean Up di Pantai Petitenget, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu, dalam rangkaian Road to Ocean Impact Summit (OIS) 2026.
Dalam kegiatan bertema Waste to Waves: Langkah Kecil yang Terkumpul, Akan Membawa Gelombang Perubahan yang Besar” itu, Koswara menekankan laut merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga keberlanjutannya, karena menopang ketahanan pangan, menghasilkan oksigen, serta menjadi pusat keanekaragaman hayati dunia.
Baca juga: Prabowo: Indonesia siap investasi besar-besaranpada ekonomi biru
“Dua pertiga wilayah Indonesia adalah laut. Di sana terdapat sumber daya yang mendukung kehidupan manusia, mulai dari oksigen, sumber pangan, hingga kekayaan biodiversitas yang tidak dimiliki banyak negara lain,” ujarnya.
Koswara menjelaskan KKP saat ini menjalankan lima kebijakan ekonomi biru, dimana sebagian besar berfokus pada upaya menjaga keberlanjutan ekosistem laut.
Kebijakan tersebut meliputi perluasan kawasan konservasi, perlindungan pulau-pulau kecil, pengendalian sampah laut, pengelolaan perikanan tangkap berkelanjutan, serta pengembangan perikanan budidaya.
Menurutnya, konservasi menjadi instrumen penting untuk menjaga kesehatan laut. Pemerintah menargetkan kawasan konservasi laut mencapai 30 persen pada 2045 sebagai bagian dari komitmen menjaga keanekaragaman hayati dan ketahanan ekosistem pesisir.
Selain itu, KKP juga memberi perhatian khusus terhadap pulau-pulau kecil yang memiliki fungsi ekologis tinggi meski luas wilayahnya relatif kecil. Kerusakan pulau kecil, kata Koswara, akan berdampak langsung terhadap kesehatan ekosistem laut secara keseluruhan.
Baca juga: KKP pastikan konservasi ekonomi biru secara inklusif dan berkeadilan
Dalam kesempatan tersebut, Koswara menyoroti persoalan sampah sebagai ancaman serius bagi ekosistem laut dan keberhasilan ekonomi biru. Sampah plastik yang masuk ke laut tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga berdampak pada rantai makanan dan sumber daya perikanan.
“Penelitian menunjukkan mikroplastik sudah ditemukan pada ikan. Karena itu, strategi terbaik adalah mencegah sampah masuk ke laut sejak dari daratan,” katanya.
KKP bersama Pemerintah Provinsi Bali menjalin kerja sama untuk memperkuat pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, termasuk di kawasan pesisir dan aliran sungai yang menjadi jalur utama masuknya sampah ke laut.
Model pengelolaan berbasis kolaborasi yang berhasil menekan residu sampah hingga 25 persen menuju tempat pembuangan akhir dinilai dapat direplikasi di berbagai daerah.
Kegiatan bersih pantai tersebut merupakan hasil kolaborasi KKP dengan platform dompet digital DANA Indonesia serta berbagai pemangku kepentingan sebagai upaya meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga ekosistem laut dan mengurangi kebocoran sampah ke perairan.
Direktur Komunikasi DANA Indonesia Olavina Harahap mengatakan tantangan lingkungan, khususnya persoalan sampah laut, membutuhkan aksi kolektif dari seluruh pemangku kepentingan.
Baca juga: Japan Foundation akan gelar diskusi ekonomi biru di Undip
Baca juga: KLH-KKP perkuat sinergi pengendalian perubahan iklim sektor kelautan
Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu institusi atau perusahaan saja, melainkan melalui kerja sama berbagai pihak.
"Bali dipilih karena menjadi simbol keseimbangan antara manusia dan alam yang selama ini dijaga melalui nilai-nilai luhur masyarakatnya. Namun, di saat yang sama, tantangan lingkungan seperti sampah juga semakin nyata dan membutuhkan aksi bersama," kata Olivia.
Ia menjelaskan keberlanjutan telah menjadi bagian dari strategi operasional perusahaan.
DANA meyakini teknologi dan inovasi digital dapat mempercepat perubahan menuju pembangunan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.





