Islamabad: Pakistan dan Mesir menyambut perkembangan positif dalam perundingan antara Amerika Serikat dan Iran serta berharap kesepakatan untuk mengakhiri ketegangan di Timur Tengah dapat segera tercapai.
Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar menggelar pembicaraan melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty pada Jumat malam.
Dalam percakapan tersebut, kedua pihak menyambut apa yang mereka sebut sebagai momentum positif dalam upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan di kawasan.
Menurut pernyataan resmi pemerintah Pakistan yang dikutip Anadolu, Sabtu, 13 Juni 2026, kedua menteri membahas perkembangan terbaru di Timur Tengah dan menyampaikan harapan agar dialog yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran menghasilkan kesepakatan yang konstruktif dalam waktu dekat.
Keduanya juga sepakat untuk terus menjaga komunikasi dan melakukan konsultasi terkait berbagai isu yang menjadi kepentingan bersama.
Sebelumnya pada Jumat, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati "teks final" untuk sebuah perjanjian yang bertujuan mengakhiri konflik antara kedua negara.
Pakistan diketahui berperan sebagai mediator dalam proses diplomatik tersebut sejak berhasil memfasilitasi gencatan senjata pada 8 April lalu. Gencatan senjata itu menghentikan konflik yang disebut dimulai pada 28 Februari.
Sehari sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan telah membatalkan rencana serangan udara terhadap Iran dan mengklaim kesepakatan antara kedua negara hampir rampung.
Sementara itu, sejumlah laporan media menyebut Wakil Presiden AS JD Vance berpotensi melakukan perjalanan ke Eropa untuk menandatangani kesepakatan yang tengah disiapkan tersebut.
Baca juga: Trump Tuduh Iran Bocorkan Draf Kesepakatan Palsu ke Media




