Piala Dunia 2026 di Amerika Sepi Peminat, Tiket Mahal Jadi Biang Kerok

tabloidbintang.com
2 hari lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Gelaran Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ternyata belum mampu memberikan efek besar bagi industri pariwisata Negeri Paman Sam.

Alih-alih kebanjiran wisatawan, sejumlah hotel dan maskapai penerbangan justru menghadapi penurunan permintaan selama turnamen berlangsung.

Tingginya biaya perjalanan disebut menjadi salah satu penyebab utama minimnya antusiasme suporter internasional.

Harga tiket pertandingan yang terus meroket, ongkos penerbangan yang mahal, hingga proses pengurusan visa yang rumit membuat banyak penggemar sepak bola berpikir ulang untuk datang langsung ke stadion.

Kondisi ini bahkan memaksa sejumlah hotel di kota-kota tuan rumah memangkas tarif kamar demi menarik tamu.

Data perusahaan analisis penerbangan Cirium juga menunjukkan pemesanan tiket pesawat dari Eropa ke sebagian besar kota penyelenggara mengalami penurunan rata-rata 3,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Penurunan paling signifikan terjadi di New York, yang akan menjadi lokasi partai final Piala Dunia pada 19 Juli mendatang. Pemesanan penerbangan menuju kota tersebut tercatat turun hingga 15,8 persen secara tahunan.

CEO Hotel Association of New York City, Vijay Dandapani, mengaku situasi yang terjadi jauh dari harapan pelaku industri perhotelan.

"Secara keseluruhan ini mengecewakan," ujar Vijay Dandapani seperti dikutip Reuters.

Asosiasi hotel di New York bahkan memangkas proyeksi pendapatan kamar yang berkaitan dengan Piala Dunia hingga 60 persen. Nilainya kini diperkirakan hanya mencapai sekitar US$60 juta atau setara Rp1,07 triliun.

Padahal sebelumnya FIFA memprediksi sekitar 1,2 juta pendukung akan memadati New York selama turnamen berlangsung. Namun, pelaku industri perhotelan kini memperkirakan jumlah pengunjung hanya berkisar 500 ribu orang.

Laporan CoStar menunjukkan tingkat pemesanan hotel di seluruh kota tuan rumah hanya naik tipis 0,5 persen dibanding tahun lalu. Lesunya permintaan membuat sejumlah hotel menawarkan harga kamar yang jauh lebih rendah dari perkiraan awal.

Piala Dunia 2026 di Amerika Sepi Peminat, Tiket Mahal Jadi Biang Kerok

Salah satunya New York Hilton Midtown yang disebut memangkas tarif kamar hingga 50 persen. Jika sebelumnya harga kamar sempat dipatok tinggi pada akhir tahun lalu, kini tarifnya berada di kisaran US$415 atau sekitar Rp7,4 juta per malam.

Analis menilai kebijakan harga dinamis yang diterapkan FIFA turut memengaruhi minat penonton. Sistem tersebut membuat harga tiket pertandingan melonjak drastis, ditambah praktik penjualan kembali tiket tanpa batas harga.

Menurut data TicketData, tiket pertandingan termurah di kota-kota populer seperti New York dan Miami kini mendekati US$1.000 atau sekitar Rp17,9 juta per lembar.

Selain faktor biaya, suporter internasional juga harus menghadapi tantangan perjalanan yang cukup rumit karena pertandingan tersebar di 16 kota berbeda yang berada di tiga negara sekaligus.

Menariknya, di tengah lesunya bisnis hotel dan maskapai penerbangan, sektor penyewaan hunian jangka pendek justru menikmati keuntungan.

Airbnb menyebut Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi salah satu ajang terbesar dalam sejarah perusahaan karena banyak wisatawan memilih alternatif akomodasi yang lebih terjangkau dibanding hotel konvensional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebakaran Gudang di Cikupa Mas Tangerang, Penyebab Masih Diselidiki
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jerman Pesta Gol 7-1 atas Curacao di Piala Dunia 2026, Nagelsmann: Penting untuk Kepercayaan Diri
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Prabowo Panggil Purbaya, Rosan hingga Bahlil ke Kertanegara
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Demo Cipayung Menggugat di DPR Memanas, Massa dan Aparat Sempat Tegang
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Ditutup Naik 221 Poin, Rupiah Senin Sore Sentuh Level Rp17.600-an
• 29 menit lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.