Kondisi bocah korban perundungan di Jakpus berangsur pulih

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kondisi kesehatan MWP (6), bocah laki-laki yang menjadi korban perundungan oleh dua remaja di Taman Kramat Pulo, Jakarta Pusat, kini berangsur pulih, meski belum sepenuhnya stabil.

​Ayah korban, Bella (29), mengungkapkan bahwa putranya masih mengalami sejumlah gejala fisik pasca-penganiayaan, seperti demam tinggi, tekanan darah rendah, hingga gejala gatal-gatal di beberapa bagian tubuh.

​"Tetap 40 derajat, masih panas badannya. Masih gelisah dan gatal-gatal. Kalau untuk pemeriksaan kepala, nanti berjalan, karena kepalanya kemarin sempat bengkak tapi sekarang sudah agak kempesan," kata Bella saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu.

​Bella menambahkan tekanan darah korban saat ini juga masih dipantau intensif karena belum menunjukkan perkembangan normal.

"Kondisi anak belum stabil, darahnya tadi dicek masih rendah dan belum ada perkembangan," tutur Bella.

Guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, korban dirujuk ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda, Jakarta Pusat, pada Sabtu ini.

​"Hari ini mau dirujuk ke sana. Nanti pihak dokter yang tahu apakah harus dirawat inap atau bagaimana," tutur Bella.

​Terkait kondisi psikologis, Bella menjelaskan bahwa trauma yang dialami korban kini mulai membaik.

Pada beberapa hari pertama pasca-kejadian, MWP sempat mengalami ketakutan hebat dan kerap menangis setiap kali melihat orang asing.

​"Kalau buat ketemu orang, sudah enggak (takut). Sempat tiap dua sampai tiga hari itu anaknya takut, trauma, dan nangis-nangis. Tapi keesokan malamnya sudah agak ceria, sudah mau makan juga," ujarnya.

​Berdasarkan pantauan ANTARA di lokasi pada Sabtu siang, korban sudah mulai keluar rumah dan bermain bersama teman-teman di sekitar lingkungan tempat tinggalnya, meskipun sesekali masih mengeluhkan rasa gatal pada tubuhnya akibat dampak perundungan tersebut.

​Kasus perundungan yang menimpa MWP sebelumnya sempat viral di media sosial.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang beredar, korban dianiaya oleh dua orang remaja hingga tidak sadarkan diri, bahkan sempat mengalami sengatan listrik di sebuah tiang lampu taman.

​Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani secara intensif oleh Satuan Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Pusat. Pihak kepolisian terus mendalami unsur kesengajaan dalam peristiwa penganiayaan ini.

​Sejauh ini, penyidik Polres Metro Jakarta Pusat telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti-bukti di tempat kejadian perkara (TKP) untuk melengkapi berkas penyidikan.

Baca juga: Polisi amankan dua anak pelaku kekerasan terhadap bocah di Jakpus

Baca juga: Legislator DKI kecam aksi perundungan anak di Jakpus

Baca juga: Wamen: Anak korban bully hingga koma di Jakpus berhak dapat restitusi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PSIM Yogyakarta Resmi Lepas Gelandang Asing Donny Warmerdam
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Brasil vs Maroko: Ujian Berat Singa Atlas
• 6 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Babak Baru Kasus Erin, Pihak Eks ART Sebut Saksi Kunci Ubah Keterangan dalam BAP
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Debat Panas! Gerindra Jawab Tudingan Guntur Romli Sebut BGN Didesain untuk Korupsi | BOLA LIAR
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Penggerak HAM 2026 Telah Dibuka, Simak Jadwal Resminya
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.