HARIAN.FAJAR.CO.ID, WAKATOBI – Upaya mendorong transformasi UMKM menuju ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan menjadi fokus dalam pertemuan antara Tim Peneliti dan Pemerintah Kabupaten Wakatobi yang berlangsung pada 12 Juni 2026 di Ruang Bupati Wakatobi.
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan penelitian berjudul “Green Sustainability UMKM: Transformasi Green Accountability, Green Economy Capability, dan Green Financial Innovation melalui Kolaborasi Quadruple Helix” yang memperoleh dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui skema Penelitian Fundamental Reguler (PFR).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Peneliti, Dr. St. Salmah Sharon, SE., M.Si., Ak., CA., CSRS., CSRA, memaparkan tujuan dan urgensi penelitian yang berfokus pada pengembangan model keberlanjutan UMKM melalui penguatan green accountability, green economy capability, dan green financial innovation dengan pendekatan Quadruple Helix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat.
Menurut Dr. Salmah Sharon, dinamika ekonomi global saat ini menuntut UMKM untuk tidak hanya berorientasi pada profitabilitas, tetapi juga mampu menunjukkan tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam aktivitas usahanya. Oleh karena itu, diperlukan model pembangunan UMKM yang mampu mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.
“Penelitian ini bertujuan menghasilkan model Green Sustainability UMKM yang dapat memperkuat daya saing sekaligus ketahanan usaha dalam jangka panjang. Green accountability menjadi instrumen penting untuk membangun transparansi dan tanggung jawab usaha terhadap lingkungan dan masyarakat. Sementara green economy capability mendorong kemampuan UMKM dalam mengelola sumber daya secara efisien dan berkelanjutan, serta green financial innovation menjadi solusi dalam menciptakan akses dan instrumen keuangan yang mendukung transformasi ekonomi hijau,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa Kabupaten Wakatobi memiliki karakteristik yang sangat relevan dengan fokus penelitian tersebut karena keberhasilannya dalam menjaga keseimbangan antara pengembangan ekonomi daerah dan pelestarian lingkungan.
“Wakatobi merupakan contoh nyata bagaimana potensi ekonomi dapat dikembangkan tanpa mengabaikan aspek konservasi. Pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat pesisir yang dilakukan selama ini menunjukkan praktik pembangunan berkelanjutan yang layak menjadi referensi dalam pengembangan model Green Sustainability UMKM di Indonesia,” tambahnya.
Menanggapi paparan tersebut, Bupati Wakatobi, H. Haliana, SE., periode 2021–2026, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan tim peneliti yang menjadikan Wakatobi sebagai salah satu lokasi pengembangan model keberlanjutan UMKM berbasis ekonomi hijau.
Menurut Haliana, arah pembangunan Kabupaten Wakatobi selama ini memang difokuskan pada penciptaan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan perlindungan lingkungan sebagai modal utama pembangunan daerah.
“Kabupaten Wakatobi memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam yang menjadi kekuatan utama daerah. Oleh karena itu, setiap kebijakan pembangunan yang kami lakukan selalu mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan. Kami meyakini bahwa pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat tercapai apabila masyarakat memperoleh manfaat ekonomi tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan,” ujar Haliana.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan Wakatobi sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia tidak terlepas dari peran masyarakat dan pelaku UMKM yang menjadi bagian penting dalam rantai nilai ekonomi daerah.
“UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian masyarakat Wakatobi. Pemerintah daerah terus mendorong pengembangan usaha berbasis potensi lokal, peningkatan kualitas produk, penguatan kapasitas pelaku usaha, serta pengembangan ekonomi kreatif yang mendukung sektor pariwisata. Karena itu, tema penelitian yang mengangkat green accountability, green economy capability, dan green financial innovation sangat relevan dengan arah pembangunan yang sedang kami jalankan,” jelasnya.
Haliana juga berharap hasil penelitian yang dihasilkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan yang lebih efektif untuk memperkuat daya saing UMKM sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di Wakatobi.
“Kami terbuka terhadap berbagai hasil penelitian yang dapat memberikan masukan strategis bagi pembangunan daerah. Kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi sangat penting untuk menghasilkan kebijakan yang berbasis data, ilmu pengetahuan, dan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, anggota tim peneliti sekaligus pakar pengembangan sumber daya manusia dan peneliti Green Leadership, Dr. Mustika Kusuma Basir, S.Psi., M.M., CPS., CHCM., CODP, menegaskan bahwa keberhasilan transformasi UMKM menuju ekonomi hijau sangat dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan dan kesiapan sumber daya manusia.
Menurutnya, pembangunan ekonomi hijau tidak hanya membutuhkan dukungan regulasi dan pembiayaan, tetapi juga memerlukan perubahan pola pikir dan budaya kerja yang berorientasi pada keberlanjutan.
“Green leadership merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan. Kepemimpinan yang memiliki perspektif lingkungan dan sosial akan mendorong lahirnya inovasi, kolaborasi, dan pengambilan keputusan yang lebih bertanggung jawab. Oleh karena itu, penguatan kapasitas SDM menjadi faktor kunci dalam keberhasilan implementasi ekonomi hijau pada sektor UMKM,” ungkap Dr. Mustika.
Ia menambahkan bahwa komitmen Pemerintah Kabupaten Wakatobi dalam mengintegrasikan aspek ekonomi dan konservasi lingkungan menunjukkan praktik kepemimpinan yang selaras dengan prinsip-prinsip green leadership.
“Kami melihat adanya keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan pembangunan. Komitmen tersebut menjadi modal penting untuk membangun UMKM yang tidak hanya kompetitif secara ekonomi, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. Inilah esensi dari Green Sustainability UMKM yang sedang kami kembangkan melalui penelitian ini,” tuturnya.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Bupati Wakatobi tersebut menghasilkan berbagai masukan strategis terkait penguatan kebijakan pembangunan ekonomi hijau berbasis UMKM. Melalui penelitian ini, diharapkan lahir model konseptual dan rekomendasi kebijakan yang dapat memperkuat kolaborasi Quadruple Helix dalam mewujudkan UMKM yang tangguh, inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan di Indonesia.(*)





