JAKARTA, DISWAY.ID - Aktivis Muda Nasional Muhammad Fithrat Irfan asal Sulawesi Tengah menyatakan perjalanan Bangsa dan Negara Republik Indonesia ini diraih dengan perjuangan dan usaha yang sangat panjang.
Fithrat Irfan yang juga Komisaris Independen PT. Electronic Data Interchange Indonesia di salah satu holding anak usaha Pelindo ini menghimbau kepada rekan rekan aktivis, akademisi maupun mahasiswa agar tetap menjaga keutuhan bangsa dan negara kita.
Dalam kesempatan ini, Fithrat menyampaikan sejumlah pernyataan soal kondisi negara saat ini.
"Jangan sampai ada penumpang gelap yang berusaha memanfaatkan situasi dan kondisi ekonomi kita saat ini dengan usaha untuk memecah bela anak bangsa.
Motif dan Pola nya sudah jelas. Mereka memanfaatkan cela dalam turunnya nilai tukar rupiah akan dollar serta IHSG." ujar Fithrat.
BACA JUGA:Peringatan Reformasi 1998 di Jakarta Timur Dibatalkan Sepihak? Ini Reaksi Aktivis dan Mahasiswa
"Jangan sampai ada pihak pihak yang di untungkan dari usaha impeachment menjatuhkan presiden dan negara yang berkonstitusi secara sah. Kita Tidak boleh di pecah belah hanya karna kepentingan politik dari Partai dan Oligarki. Jika itu terjadi ada pihak yang sumringah karena mendapat keuntungan dari jatuhnya pemerintah yang dipimpin oleh Prabowo Subianto Djojohadikusumo,"
"Kita harus melihat problema yang ada dengan dua sisi dan mata terbuka bagaikan mata pedang dua sisi. Negara dan Bangsa yang besar akan melalui proses yang panjang. Tidak ada satu negara pun di dunia ini yg lahir dan tumbuh berkembang serta maju tanpa proses jatuh bangun. Beri kesempatan kepada pemerintah untuk berbenah. Kritik akan pemerintah haruslah Murni Tanpa Kepentingan di atasnya," lanjutnya
"Jangan Karena Kepentingan Politik dari Partai dan Oligarki yang tidak ingin Indonesia ini menggugurkan usaha pemerintah dalam astacita untuk memberantas oknum oknum yang terlibat korupsi di segala lini di pemerintahan. Usaha itu merupakan Asta cita untuk menuju keadaan Indonesia lebih baik lagi."
"Pihak Pihak yang diuntungkan dalam hal ini adalah mafia mafia politik dan oligarki yang sedang di berantas korupsinya oleh pemerintah membangun konspiras , propaganda melalui proses impeachment. Karena mereka sudah tidak bisa lagi bermain kotor. Mereka ingin bekerja sama menjatuhkan pemerintah yg sah melalui provokasi dengan memanfaatkan situasi ekonomi yang sedang berbenah kemarin akibatnya melemahnya nilai rupiah akan dollar." tutur Fithrat.
Peristiwa ini bukan murni kesalahan pemerintah, semua negara global internasional saat ini mengalami hal yang sama akibat konflik dan arah geopolitik global yang tidak menentu dalam hal ini perang di elat Hormus antara Iran dan Amerika.
BACA JUGA:Dewan Pers Kecam Aksi Intersep Israel Tangkap Jurnalis dan Aktivis Global Sumud Flotilla!
Setiap negara yang terlibat sekutu maupun sekutu punya cara masing masing untuk menghadapi situasi ekonomi dan geopolitik dunia saat ini. Ada negara yang berhasil melewati proses itu dengan cepat.
Adapula yang bertahap seperti usaha yang dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia .
Melalui Tangan Emas Wakil Ketua DPR RI Professor Dr.Ir. H.Sufmi Dasco Ahmad bersama Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi serta Mentri Keuangan dan jajarannya berusaha penuh mengembalikan kepercayaan investor yang ada di Indonesia dan Keadaanya berlangsung pulih.
- 1
- 2
- »





