Paris: Pengadilan di Prancis menjatuhkan hukuman penjara hingga tujuh tahun kepada enam warga negara Georgia yang terlibat dalam pencurian edisi langka karya sastra Rusia dari sejumlah perpustakaan bergengsi di Eropa.
Dikutip dari TRT World, Sabtu, 13 Juni 2026, buku-buku yang dicuri mencakup karya para sastrawan besar Rusia abad ke-19, seperti Alexander Pushkin, Nikolai Gogol, dan Mikhail Lermontov. Nilai koleksi yang hilang diperkirakan mencapai jutaan euro.
Putusan dijatuhkan pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari waktu setempat. Lima pria dan satu perempuan dinyatakan bersalah atas konspirasi kriminal untuk melakukan tindak pidana, sementara beberapa terdakwa juga dinyatakan bersalah atas pencurian aset budaya.
Dua terdakwa dijatuhi hukuman secara in absentia karena telah ditangkap di negara asal mereka, Georgia, yang tidak mengekstradisi warganya ke luar negeri.
Jaksa menyebut aksi para terdakwa dilakukan secara terorganisasi, terencana, dan dijalankan dengan sangat cermat.
Salah satu terdakwa, Mikheil Z., dijatuhi hukuman paling berat, yakni tujuh tahun penjara serta larangan memasuki wilayah Prancis seumur hidup setelah menjalani deportasi. Sebelumnya, ia juga telah dihukum di Lithuania atas kasus pencurian publikasi abad ke-19 senilai 606 ribu euro.
Terdakwa lainnya, Beqa T., dijatuhi hukuman empat tahun penjara. Ia sebelumnya telah menerima hukuman tiga tahun enam bulan penjara di Estonia atas kasus serupa.
Penyelidikan menunjukkan para pelaku terlebih dahulu mendatangi perpustakaan untuk mempelajari buku-buku langka yang menjadi target. Mereka memotret dan mengukur buku tersebut sebelum kembali untuk menukarnya dengan salinan yang hampir tidak dapat dibedakan dari aslinya. Karya Pushkin Jadi Sasaran Aksi pencurian terjadi pada 2023 di sejumlah institusi ternama, termasuk Perpustakaan Diderot milik École Normale Supérieure di Lyon, Perpustakaan Nasional Prancis (BnF), dan Perpustakaan Universitas Bahasa dan Peradaban (BULAC) di Paris.
Menurut penyidik, Mikheil Z. tercatat mengunjungi BnF sebanyak 40 kali antara Maret hingga Oktober 2023 untuk mengakses manuskrip, terutama karya-karya Pushkin. Ia mengaku sedang melakukan penelitian mengenai demokrasi dalam sastra Rusia abad ke-19.
Pada November 2023, pihak perpustakaan menyadari bahwa sembilan karya langka telah diganti dengan salinan, dengan total kerugian diperkirakan mencapai 650 ribu euro.
Pada Juni 2024, sebuah rumah lelang Rusia, Litfond, diketahui menawarkan edisi kedua karya Pushkin berjudul The Prisoner of the Caucasus yang disebut memiliki kesesuaian dengan salah satu buku yang hilang dari koleksi BnF. Diduga Terkait Jaringan Internasional Kasus pencurian serupa juga terjadi di Jerman, Swiss, dan Republik Ceko. Rangkaian kasus tersebut mendorong pembentukan tim investigasi gabungan yang melibatkan Europol dan Eurojust, yang kemudian menghasilkan sejumlah penangkapan pada 2024.
Penyidik tidak menutup kemungkinan bahwa pencurian tersebut berkaitan dengan upaya memulangkan warisan budaya Rusia ke negara asalnya di tengah memburuknya hubungan Moskow dengan Eropa akibat perang Rusia-Ukraina.
Meski demikian, hingga kini tidak satu pun dari karya-karya yang dicuri berhasil ditemukan.
Pihak Perpustakaan Nasional Prancis menyatakan masih berharap koleksi berharga tersebut dapat dipulihkan di masa mendatang.
Baca juga: Polisi Prancis Tangkap Pelaku Perampokan Museum Louvre




