Piala Dunia 2026 Baru Dimulai, FIFA Sudah Dipermalukan Donald Trump

viva.co.id
3 hari lalu
Cover Berita

VIVA – Piala Dunia 2026 baru saja bergulir, namun kontroversi di luar lapangan sudah lebih dulu mencuri perhatian. Di tengah euforia kemenangan telak Amerika Serikat atas Paraguay dan pesta sepak bola terbesar dunia yang untuk pertama kalinya digelar di tiga negara, FIFA justru dihadapkan pada situasi yang berpotensi merusak citra turnamen.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjadi sorotan setelah berbagai kebijakannya dinilai bertentangan dengan semangat inklusivitas yang selama ini dikampanyekan FIFA.

Baca Juga :
Prediksi Brasil Vs Maroko di Piala Dunia 2026: Ujian Perdana Carlo Ancelotti, Neymar Masih Absen
Gol Republik Ceko di Piala Dunia 2026 Bikin Media Vietnam Ingat Timnas Indonesia: Bikin Asia Tenggara Ketar-Ketir

Ironisnya, persoalan tersebut muncul saat Amerika Serikat berstatus sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Kanada dan Meksiko.

Di atas lapangan, tim nasional Amerika Serikat tampil meyakinkan dengan mengalahkan Paraguay 4-1 dalam laga pembuka Grup D. Kemenangan tersebut bahkan menjadi sejarah karena untuk pertama kalinya The Stars and Stripes mampu mencetak empat gol dalam satu pertandingan Piala Dunia.

Namun, keberhasilan itu tak sepenuhnya menjadi pusat perhatian. Publik justru menyoroti absennya Trump dari stadion saat tim nasional negaranya menjalani pertandingan perdana.

Padahal, dalam tradisi Piala Dunia, pemimpin negara tuan rumah hampir selalu hadir untuk memberikan dukungan langsung sekaligus menunjukkan kebanggaan nasional di hadapan dunia.

Trump beralasan memiliki agenda yang padat. Namun sejumlah pengamat politik menilai ada faktor lain yang membuatnya memilih tidak hadir, yakni potensi mendapat respons negatif dari publik.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump
Photo :
  • REUTERS/Kylie Cooper

Pertandingan berlangsung di Los Angeles, California, wilayah yang dikenal sebagai salah satu basis kuat pendukung Partai Demokrat, lawan politik Partai Republik yang dipimpin Trump.

Kebijakan Trump Berseberangan dengan Semangat FIFA

Masalah yang lebih besar bagi FIFA bukanlah absennya Trump dari stadion, melainkan sejumlah kebijakan pemerintah Amerika Serikat yang dianggap bertolak belakang dengan pesan persatuan yang ingin dibangun melalui Piala Dunia.

Sejak awal, Presiden FIFA, Gianni Infantino, berulang kali menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 harus menjadi simbol keterbukaan dan persatuan global. Apalagi turnamen kali ini diperluas menjadi 48 peserta, jumlah terbanyak sepanjang sejarah.

Namun kenyataan di lapangan justru berbeda. Sejumlah negara peserta dikabarkan mengalami kesulitan terkait proses masuk ke Amerika Serikat. Bahkan beberapa anggota delegasi dan tim nasional disebut mendapatkan pemeriksaan ketat yang dinilai berlebihan.

Baca Juga :
Prediksi Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: Tim Eropa Diunggulkan, Tapi Ada Fakta Mengejutkan
Lisa BLACKPINK Cetak Sejarah, Begini Penampilannya di Piala Dunia 2026
Carlo Ancelotti Akhirnya Angkat Bicara Soal Cedera Neymar Jelang Laga Brasil Vs Maroko di Piala Dunia 2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Ungkap Penggelapan Kendaraan di Jombang dengan Modus Tukang Pijat, 4 Motor Diamankan
• 16 jam lalurctiplus.com
thumb
Anak yang Membaca, Anak yang Siap Menghadapi Masa Depan
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Betapa Kecewanya Kimi Antonelli usai Gagal Finis di Detik-detik Terakhir F1 GP Catalunya 2026, Ia Sampai Bilang Begini
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Raksasa Media PHK 2.000 Karyawan, Divisi Ini Paling Terdampak
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
BNPB Pastikan Tidak Ada Desa Terisolasi Pascagempa Sulteng, Warga Mengungsi dengan Tenda Mandiri
• 4 menit lalupantau.com
Berhasil disimpan.