Kabar duka menyelimuti Aceh. Mantan Gubernur Aceh periode 2012-2017, dr Zaini Abdullah atau yang akrab disapa Abu Doto, meninggal dunia pada Sabtu (13/6) siang setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kepergian tokoh yang dikenal sebagai salah satu figur penting dalam perjalanan perdamaian Aceh itu meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Aceh dan berbagai kalangan yang pernah mengenalnya.
Asisten Abu Doto, Muzakir Abdul Hamid, membenarkan kabar wafatnya mantan orang nomor satu di Aceh tersebut. Abu Doto menghembuskan napas terakhir di Ruang ICU 2 RSUD Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, dokter Zaini Abdullah telah meninggal dunia di ICU 2 sekira pukul 12.24 WIB,” kata Muzakir Abdul Hamid, dikutip dari Antara.
Abu Doto wafat pada usia 86 tahun. Sebelum meninggal dunia, ia diketahui telah menjalani perawatan di rumah sakit milik Pemerintah Aceh tersebut sejak 4 Juni 2026.
Menurut Muzakir, kondisi kesehatan Abu Doto sebenarnya sempat ditangani melalui rawat jalan. Namun, kondisi kesehatannya terus menurun hingga akhirnya kembali dilarikan ke rumah sakit pada dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.
“Memang beliau sudah berumur dan ada beberapa penyakit komplikasi,” ujarnya.
Rencananya, jenazah Abu Doto akan dimakamkan di kampung halamannya di Beureunuen, Kabupaten Pidie, Aceh. Sebelum prosesi pemakaman dilakukan, keluarga akan melaksanakan shalat jenazah di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.
Baca Juga: Infrastruktur Pascabencana di Aceh Baru Pulih 30 Persen, Diperparah Pemadaman Listrik
Profil Zaini AbdullahNama Zaini Abdullah bukan sosok asing dalam sejarah Aceh. Pria kelahiran Sigli, Aceh, pada 24 April 1940 itu menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Aceh sebelum melanjutkan studi ke Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU).
Karier akademiknya terus berkembang hingga menjadi dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Tak berhenti di situ, ia juga menempuh pendidikan spesialis Family Doctor di Karolinska Universitas Sjukhus Huddinge, Stockholm, Swedia.
Perjalanan hidupnya kemudian membawanya bergabung dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Dalam organisasi tersebut, Abu Doto dipercaya mengemban tugas sebagai Menteri Kesehatan GAM.
Ia juga menjadi salah satu tokoh penting yang terlibat dalam proses perdamaian Aceh. Zaini Abdullah termasuk anggota Delegasi GAM dalam perundingan damai dengan Pemerintah Republik Indonesia di Helsinki, Finlandia, pada 2005.
Perundingan tersebut kemudian melahirkan Kesepakatan Damai Bersama atau MoU Helsinki yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005 dan menjadi titik balik berakhirnya konflik panjang di Aceh.
Setelah masa damai, Zaini Abdullah bergabung dengan Partai Aceh. Bersama Muzakir Manaf atau Mualem yang kini menjabat sebagai Gubernur Aceh, ia memenangkan Pilkada Aceh 2012 dan memimpin provinsi tersebut selama satu periode hingga 2017.





