KOMPAS.TV - Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax memicu keresahan di kalangan masyarakat. Banyak pengguna kendaraan mengaku mulai beralih ke Pertalite karena harga Pertamax dinilai semakin memberatkan.
Warga khawatir perpindahan pengguna ke Pertalite akan membuat antrean semakin panjang dan berpotensi membebani ketersediaan BBM bersubsidi tersebut. Mereka juga menilai kenaikan harga Pertamax dapat semakin menekan daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi maupun LPG 3 kilogram. Pemerintah juga tengah mengkaji berbagai alternatif insentif untuk menjaga daya beli masyarakat pasca kenaikan harga Pertamax.
Sementara itu, Pertamina menyatakan penyesuaian harga Pertamax dilakukan mengikuti perkembangan harga minyak dunia. Harga Pertamax kini mencapai Rp16.250 per liter.
Sejumlah ekonom menilai kelompok kelas menengah menjadi pihak yang paling terdampak akibat kenaikan harga Pertamax. Karena itu, pemerintah diharapkan menyiapkan stimulus dan langkah mitigasi untuk menjaga daya beli masyarakat.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah perbaikan ekonomi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan ketidakpastian kondisi geopolitik global.
#Pertamax #BBM #Pertalite #BahlilLahadalia #Ekonomi
Baca Juga: Seskab Teddy: Pertamax Adalah BBM Non Subsidi, Ikuti Harga Minyak Dunia
Penulis : Fauzan-Alhazmi
Sumber : Kompas TV
- Pertamax
- BBM
- Pertalite
- Ekonomi
- pertamina





