TANGERANG, KOMPAS.com - Pengemudi mobil Toyota Fortuner putih yang sempat dikejar dan diamuk massa di kawasan Puri Beta 2, Ciledug, Kota Tangerang, pada Jumat (12/6/2026) malam diduga terkait kasus penyalahgunaan narkoba.
Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Prasetyo Noegroho mengatakan, peristiwa yang viral di media sosial itu bermula saat anggotanya melakukan pengembangan kasus narkotika.
"Iya, itu awalnya kan anggota kita mau melakukan penangkapan. Itu kemudian kan dari salah satu temannya itu sudah kita amankan. Terus dia (pelaku lain) masih ada di mobil, nah mau kita tangkap, dia berusaha melarikan diri," ujar Prasetyo saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (13/6/2026).
Baca juga: Susahnya Cari Pertalite di Tangerang Usai Harga Pertamax Melonjak...
Sebelumnya, video pengejaran mobil Fortuner bernomor polisi B 2432 VBE beredar luas di media sosial.
Dalam narasi yang beredar, pengemudi mobil tersebut disebut sebagai pelaku tabrak lari.
Namun, Prasetyo menegaskan bahwa pengejaran dilakukan dalam rangka pengungkapan kasus narkoba, bukan karena tabrak lari.
Menurut dia, aksi pengejaran polisi kemudian menarik perhatian warga sekitar. Sejumlah warga yang melihat kejadian itu spontan meneriaki pengemudi sebagai pencuri.
"Kita kejar sama anggota kita. Terus mungkin ada masyarakat yang lihat, masyarakat yang lihat langsung teriak maling-maling gitu," jelasnya.
Teriakan tersebut memicu warga berdatangan dan mengepung kendaraan. Massa yang emosi kemudian merusak mobil dan mengeroyok terduga pelaku.
Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Tabrak Lari yang Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang
Dalam kasus ini, polisi mengamankan dua orang. Salah satunya merupakan pengemudi Fortuner yang sempat berusaha melarikan diri.
"Dua (orang diamankan, sudah termasuk) sama yang kabur ini. (Kasus penyalahgunaan) sinte. Tembakau sinte," tegas Prasetyo.
Saat ini, polisi masih mendalami peran kedua orang yang diamankan. Penyidik belum memastikan apakah keduanya merupakan pengguna atau terlibat dalam peredaran narkotika.
"Ini masih dalam kita dalamin ini dia. Entah itu dia sebagai pengguna atau yang lainnya masih kita dalamin. Karena pun masih dalam pemeriksaan, proses," pungkas Prasetyo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




