JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) gandeng DANA cegah sampah bocor kelaut melalui kampanye bahaya serta pentingnya memilah sampah yang terus digencarkan ke masyarakat untuk mengurai persoalan ini sejak dari hulu.
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara mengungkap dominasi populasi sampah yang mencemari laut berasal dari daratan, terutama sampah rumah tangga.
Sedangkan penangangan sampah yang sudah berada di laut itu lebih sulit dilakukan dan membutuhkan biaya lebih besar.
Lebih dari itu, keberadaan sampah di laut mengancam keberlanjutan ekosistem di dalamnya, baik yang masih utuh maupun yang sudah terurai menjadi mikroplastik.
BACA JUGA:Trekking Berbuah Manfaat, FIFGROUP Kumpulkan 240 Kg Sampah dan Bangun Toilet Umum
Untuk itu, menurutnya, perlu tanggung jawab semua pihak sehingga sampah-sampah yang bersumber dari daratan tidak berakhir di laut.
Pihaknya sejauh ini sudah menggandeng tiga pemerintah daerah, yakni Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur, dan Bali untuk memperkuat pengelolaan sampah di darat agar tak masuk ke laut.
“Maka strategi kita dalam mengelola sampah supaya tidak masuk ke laut itu dilakukan dengan pencegahan. Kita harus bisa mengelola sampah di daerah masing-masing. Dan sampah ini persoalan serius yang harus ditangani secara bersama,” ujar Koswara di lokasi aksi bersih pantai yang digelar KKP bersama DANA Indonesia di Pantai Petitenget, Badung, Bali, Sabtu (13/6).
Lebih jauh Koswara menerangkan, secara nasional penanganan sampah bocor ke laut, KKP telah menginisiasi program Laut Sehat Bebas Sampah (Sebasah).
BACA JUGA:Perangi Konten Negatif, Menkomdigi Minta Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat
Program ini mengusung dua strategi, yaitu pencegahan sampah masuk ke laut melalui empat titik pantau, meliputi sungai utama yang bermuara ke laut, desa pesisir termasuk Kampung Nelayan Merah Putih, pulau-pulau kecil berpenduduk, pelabuhan dan aktivitas di laut, serta strategi penanganan sampah yang sudah ada di laut.
Aksi bersih sampah yang digelar turut melibatkan Seven Clean Seas di Pantai Petitenget itu diikuti ratusan orang mulai dari wisatawan, pelaku perhotelan, hingga para pelajar, termasuk puluhan taruna/taruni sekolah vokasi KKP.
Sampah yang dikumpulkan beragam, mulai dari plastik kemasan makanan ringan, botol kaca, sampah organik, hingga puntung rokok.
“Ini bentuk komitmen kami. Sebelumnya kami sudah melakukan edukasi sampah melalui apps game yang sudah kami luncurkan, sekarang ini offlinenya melalui aksi bersih sampah berkolaborasi dengan KKP,” ujar Director of Communications DANA Indonesia, Olavina Harahap.
Pihaknya mengakui persoalan sampah dapat mempengaruhi ekonomi suatu negara, sehingga perlu kerjasama semua pihak untuk menyelesaikannya.
- 1
- 2
- »





