jpnn.com, JAKARTA - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan pentingnya penguatan karakter generasi muda melalui penanaman nilai-nilai budaya, moral, dan kebangsaan sebagai fondasi menyiapkan pemimpin masa depan Indonesia.
Menurutnya, kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga oleh karakter yang kuat.
BACA JUGA: Sengketa Lahan TNI AL dan Masyarakat Pasuruan, Kemendagri Bicara Data
"Tugas kami hari ini adalah fokus membangun karakter dan mengusung kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu," ujar Bima saat menghadiri Pengukuhan Pengurus Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) di Mangkuluhur ARTOTEL Suites, Jakarta, Sabtu (13/6).
Bima menjelaskan tantangan pembentukan karakter saat ini semakin besar seiring perkembangan media sosial yang memungkinkan cepatnya sebaran informasi tanpa selalu diiringi proses verifikasi.
BACA JUGA: 2 Hari Berturut-turut Aliansi PPPK Paruh Waktu Bertemu DPR dan Kemendagri
Oleh karena itu, generasi muda perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, etika, dan kebijaksanaan agar mampu menyaring informasi serta tetap berpegang pada kebenaran.
Dia menilai upaya menyiapkan generasi penerus bangsa tidak cukup hanya melalui pendidikan formal dan peningkatan kompetensi.
BACA JUGA: Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemprov Papua Dukung Asta Cita Presiden Prabowo
Menurutnya, karakter dan integritas harus berjalan beriringan dengan kecerdasan agar mampu melahirkan pemimpin yang berkualitas dan bertanggung jawab.
Dalam kesempatan tersebut, Bima juga mengajak generasi muda untuk memiliki wawasan global tanpa meninggalkan akar budaya dan identitas kebangsaan.
"Melayu itu kosmopolitan. Menjejak bumi Melayu, berpijak di bumi Nusantara, dan menatap dunia. Itulah para founding fathers kita. Mereka berangkat dari budaya lokal, berpikir dalam bingkai nasional, dan berkiprah di tingkat global," katanya.
Lebih lanjut, Bima menuturkan bahwa tradisi intelektual Melayu telah melahirkan banyak tokoh yang berkontribusi penting bagi bangsa, seperti Raja Ali Haji dan Buya Hamka.
Menurutnya, pemikiran dan keteladanan para tokoh tersebut tetap relevan dalam membangun karakter generasi muda di tengah berbagai tantangan zaman.
Oleh karena itu, dia berharap ISMI dapat menjadi ruang yang aktif dalam menghidupkan kembali nilai-nilai budaya, etika, dan kebangsaan melalui berbagai kegiatan edukasi dan pengembangan pemikiran.
Upaya tersebut dinilai penting untuk menyiapkan generasi muda yang mampu menjawab tantangan masa depan sekaligus memanfaatkan peluang bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. (jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Wamendagri Wiyagus Apresiasi Peran Damkar, Satpol PP & Linmas Jaga Stabilitas Daerah
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, JPNN.com




