Medan, tvonenews.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Mutya Hafid mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna internet tetapi juga ikut berperan dalam membangun dan merawat infrastruktur digital Indonesia.
Hal itu disampaikan Menkomdigi, Mutya Hafid saat menghadiri Pelatihan Jaringan Fiber Optik bagi siswa SMK Multi Karya Medan yang digelar Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, Sabtu (13/6/2026).
Dalam sambutannya, Mutya mengungkapkan bahwa rata-rata anak muda di Indonesia menggunakan internet hingga delapan jam per hari. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat penggunaan internet tertinggi di dunia.
“Rata-rata anak muda di Indonesia menggunakan internet delapan jam per hari. Dari sekitar 230 juta pengguna internet di Tanah Air, sekitar 60 hingga 70 persen di antaranya adalah anak muda. Karena itu, anak muda jangan hanya menjadi pemanfaat internet, tetapi juga harus menjadi bagian dari yang membangun dan merawat infrastruktur digital,” katanya.
Mutya Hafid secara khusus menekankan pentingnya keterlibatan pelajar vokasi dalam mendukung keberlanjutan jaringan telekomunikasi, termasuk di Sumatera Utara. Menurutnya, siswa SMK memiliki peluang besar untuk menjadi tenaga terampil yang dibutuhkan dalam pengembangan jaringan digital nasional.
“Khususnya di Sumatera Utara dan khususnya bagi siswa SMK Multi Karya, kalian harus siap menjadi generasi yang tidak hanya menggunakan teknologi, tetapi juga mampu mengelola dan merawat infrastruktur digital yang menjadi tulang punggung konektivitas masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Kementerian Komunikasi dan Digital juga menyerahkan bantuan perangkat praktik jaringan fiber optik kepada SMK Multi Karya Medan dan SMK Negeri 4 Medan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran serta mendukung penguasaan keterampilan teknis siswa di bidang telekomunikasi dan jaringan digital.
Melalui pelatihan dan bantuan peralatan praktik tersebut, pemerintah berharap sekolah-sekolah vokasi dapat melahirkan sumber daya manusia yang siap kerja dan mampu menjawab kebutuhan industri digital yang terus berkembang.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Wayan Toni Supriyanto, menyampaikan bahwa pelatihan jaringan fiber optik ini diharapkan dapat membuka peluang usaha dan bisnis bagi para peserta, sekaligus menghubungkan mereka dengan perkembangan industri digital yang terkoneksi hingga ke berbagai negara di dunia.




