Peneliti UGM Ungkap Zat Kimia Ini Jadi Pemicu Api Misterius di Sleman

metrotvnews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Sleman: Tim peneliti Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan kemunculan api misterius di Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, bersifat alami. Tim tersebut menjelaskan, terdapat zat-zat mudah terbakar di lokasi tersebut.

"Api berasal dari gas yang sifatnya alami, tim PKPE menemukan bahwa ada resin polivinil klorid suatu zat yang mudah terbakar yang berada di tempat kejadian," kata peneliti Fakultas Teknik UGM, Sarju Winardi pada Sabtu, 13 Juni 2026. 

Ia mengatakan, timnya melakukan penelitian hingga tahap akhir dan menemukan bahwa sumber api tersebut bukan berasal dari gas alami. Terdapat satu matriks substansi yang ditemukan sebagai residu di lokasi kebakaran, yaitu polivinil klorida (PVC).
 

Baca Juga :

Peneliti BRIN Duga Kemunculan Api di Sleman Bukan dari Gas Hidrogen

"Jadi residu dari polivinil ini diduga berasal dari substansi yang awalnya adalah campuran, yang residu itu adalah sisa dari solid materialnya, yang menjadi sumber dari api itu adalah campuran solvent-nya. Jadi rupa-rupanya materi ini awalnya adalah sesuatu yang sifatnya bercampur dengan sesuatu pelarut/solvent," jelas dia. 

Sarju mengatakan, proses pelarutan atau percampuran tersebut kemudian melepaskan energi yang menghasilkan api. Sementara itu, pelarutnya (solvent) tertinggal sebagai residu.

"Kami hanya menjelmai bahwa ada satu material yang itu ketika bercampur dengan solvent-nya, inilah yang menghasilkan gas hidrogen klorida. Gas hidrogen klorida itulah yang di alat tadi terbaca sebagai gas hidrogen. Nah itulah yang memicu api, yang sisanya adalah residunya," ujarnya. 


Salah satu sudut rumah warga Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman yang sempat terbakar api misterius. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim


Ia menambahkan, solvent yang terbakar itu masih perlu diteliti lebih lanjut. Menurutnya, tim peneliti PKPE Fakultas Teknik UGM tidak memiliki kapasitas untuk melanjutkan penelitian tersebut.

"Kami tidak ada kapasitas untuk menyampaikan pemantiknya apa biar BPBD yang nanti akan menindaklanjuti. Nah zat ini ada di beberapa material, nah ini nanti BPBD yang akan menindaklanjuti," ungkapnya. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BTN Jakim Digelar, CFD DKI Ditiadakan Sementara
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jamu Kembali Dilirik, Kini Bukan Lagi Sekadar Obat Tradisional Lho Beauty!
• 22 jam laluherstory.co.id
thumb
KPK Periksa Pendiri Indonesia Audit Watch Soal Upaya Hambat Perkara Bea Cukai
• 21 jam laludetik.com
thumb
Mayoritas Wilayah RI Berawan Hingga Hujan, Cek Prakiraan Cuaca BMGK Hari Ini 13 Juni 2026
• 19 jam lalunarasi.tv
thumb
Ketika Mesin Generative AI Berpikir, Apakah Mahasiswa Kita Berhenti Belajar?
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.