Wamendagri tekankan penguatan karakter generasi muda

antaranews.com
16 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya penguatan karakter generasi muda melalui penanaman nilai budaya, moral, dan kebangsaan sebagai fondasi menyiapkan pemimpin masa depan Indonesia.

"Peradaban besar ditopang oleh pengetahuan dan dipertahankan oleh karakter. Karena itu, tugas kita hari ini adalah fokus membangun karakter dan mengusung kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu," kata Bima saat menghadiri pengukuhan Pengurus Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) di Jakarta, Sabtu.

Bima mengatakan kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga oleh karakter yang kuat.

Menurut dia, tantangan pembentukan karakter semakin besar seiring perkembangan media sosial yang memungkinkan penyebaran informasi berlangsung cepat tanpa selalu diiringi proses verifikasi.

Baca juga: Wamendagri: Perlu komitmen kuat kontrol rokok lindungi generasi muda

Karena itu, generasi muda perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, etika, dan kebijaksanaan agar mampu menyaring informasi serta tetap berpegang pada kebenaran.

Bima menilai upaya menyiapkan generasi penerus bangsa tidak cukup hanya melalui pendidikan formal dan peningkatan kompetensi. Karakter dan integritas, kata dia, harus berjalan beriringan dengan kecerdasan agar mampu melahirkan pemimpin yang berkualitas dan bertanggung jawab.

Dalam kesempatan tersebut, Bima juga mengajak generasi muda memiliki wawasan global tanpa meninggalkan akar budaya dan identitas kebangsaan.

"Melayu itu kosmopolitan. Menjejak bumi Melayu, berpijak di bumi Nusantara, dan menatap dunia. Itulah para pendiri bangsa kita. Mereka berangkat dari budaya lokal, berpikir dalam bingkai nasional, dan berkiprah di tingkat global," ujarnya.

Baca juga: MPR: LKBB-PB wahana pembentukan karakter generasi muda

Lebih lanjut, Bima menuturkan tradisi intelektual Melayu telah melahirkan banyak tokoh yang berkontribusi bagi bangsa, seperti Raja Ali Haji dan Buya Hamka.

Menurut dia, pemikiran dan keteladanan para tokoh tersebut tetap relevan dalam membangun karakter generasi muda di tengah berbagai tantangan zaman.

Karena itu, Bima berharap ISMI dapat menjadi ruang yang aktif untuk menghidupkan kembali nilai budaya, etika, dan kebangsaan melalui berbagai kegiatan edukasi serta pengembangan pemikiran.

Upaya tersebut, lanjut dia, penting untuk menyiapkan generasi muda yang mampu menjawab tantangan masa depan sekaligus memanfaatkan peluang bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

Baca juga: Menkomdigi ajak generasi muda jadi duta internet sehat


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Maling Motor di Cipondoh Beraksi Kurang dari 10 Detik, Diduga Menyamar Ojol
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Tak Terima Jadi Tersangka, Eks Ketua Kesthuri Gugat KPK Lewat Praperadilan
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Sebulan Lagi akan Bertolak ke Korea, Pelatih Hillstate Beri Pesan Khusus untuk Megawati Hangestri
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Bapanas Pastikan Stok Beras Aman, Amran: Tidak Ada Kelangkaan!
• 24 menit lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.