DPR Soroti Masih Adanya Celah Blind Spot dalam Sistem Pertahanan Udara di Indonesia Timur

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

DPR menyoroti masih adanya celah pengawasan (blind spot) dalam sistem pertahanan udara di wilayah Indonesia Timur.

DPR Soroti Masih Adanya Celah Blind Spot dalam Sistem Pertahanan Udara di Indonesia Timur (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel  - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Syamsu Rizal, menyoroti masih adanya celah pengawasan (blind spot) dalam sistem pertahanan udara di wilayah Indonesia Timur. 

Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Markas Komando Operasi Udara II Makassar.

Baca Juga:
Wamenlu Belum Pastikan Kehadiran Prabowo di KTT ASEAN-Rusia pada 17 Juni 2026

"Kita tidak ingin lagi ada blind spot yang membuat bisa ada intersepsi dari warga negara lain atau dari pesawat lain," ujar Syamsu dalam keterangannya, dikutip Sabtu (13/6/2026).

Menurut Syamsu, penguatan pertahanan udara perlu dilakukan melalui peningkatan teknologi, tidak hanya mengandalkan sistem Ground Control Interception (GCI). Ia mengusulkan penggunaan teknologi Airborne Early Warning and Control System (AWACS) untuk memperkuat kemampuan deteksi dan pengawasan ruang udara.

Baca Juga:
Pendapatan Box Offic Disclosure Day USD6,5 Juta dari Penayangan Perdana

"Bukan hanya sekadar GCI, tetapi juga mungkin ada teknologi seperti AWACS atau Airborne Early Warning Control, sehingga kedepannya Indonesia Timur itu bisa menjaga Indonesia secara keseluruhan," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa Komando Operasi Udara II Makassar memiliki tanggung jawab mengawasi sekitar sepertiga wilayah Indonesia. Karena itu, penguatan sistem deteksi dan kendali ruang udara dinilai menjadi kebutuhan yang mendesak.

Baca Juga:
KJRI New York Perkuat Promosi Bisnis, Investasi hingga Ekraf Indonesia di Pasar AS

Selain itu, Syamsu juga menekankan pentingnya kemampuan mendeteksi potensi ancaman dari Unmanned Aerial Vehicle (UAV) maupun berbagai entitas udara lain yang berpotensi mengganggu kedaulatan negara.

"Kita tidak menginginkan hal itu terjadi, tetapi kita harus bersiap," tutur Syamsu.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Padahal Baru Mulai, Piala Dunia 2026 Terancam Bahaya: FIFA Disemprot Pakar
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Kronologi Eks Kiper Timnas U-23 Nuri Agus Wibowo Hilang Misterius, Jejak Terakhirnya Terlacak di Kota Magelang
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Trump Sebut Kesepakatan Akhiri Perang dengan Iran Ditandatangani Hari Ini
• 15 jam laludetik.com
thumb
Susunan Pemain Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Raphinha Starter
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Kasus Suami Siram Air Keras ke Pemerkosa Istri di Kubu Raya, Kalimantan Barat
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.