Akreditasi Teknik Indonesia Diakui Global, Buka Peluang Insinyur Tanah Air

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE) yang berada di bawah naungan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) kembali memperoleh pengakuan internasional.

IABEE resmi menyandang status Provisional Signatory Sydney Accord dan Dublin Accord dalam ajang International Engineering Alliance Meeting (IEAM) 2026 di Cape Town, Afrika Selatan.

Pencapaian tersebut memperluas pengakuan global terhadap sistem akreditasi pendidikan keteknikan Indonesia dan menjadi langkah penting dalam upaya menyetarakan mutu pendidikan teknik nasional dengan standar internasional.

Sekretaris Jenderal PII Teguh Haryono mengatakan status baru yang diperoleh IABEE merupakan hasil kerja sama berbagai pemangku kepentingan dalam membangun sistem penjaminan mutu pendidikan keteknikan yang kredibel, transparan, dan selaras dengan praktik internasional.

“Pencapaian ini memperluas pengakuan internasional terhadap sistem akreditasi pendidikan keteknikan Indonesia. Capaian ini merupakan hasil kerja bersama berbagai pemangku kepentingan dalam membangun sistem penjaminan mutu pendidikan keteknikan yang kredibel, transparan, dan selaras dengan standar internasional,” ujarnya dalam keterangan dari Cape Town, Sabtu (13/6/2026).

Sydney Accord merupakan skema pengakuan internasional untuk program pendidikan engineering technology, sedangkan Dublin Accord berfokus pada pengakuan program pendidikan bagi engineering technician. Keduanya menjadi bagian dari kerangka pengakuan internasional yang mendukung kesetaraan mutu pendidikan teknik antarnegara.

Baca Juga

  • Bandung Jadi Pusat Pertemuan Insinyur ASEAN pada CAFEO 2026
  • Mantan Insinyur OpenAI Galang Dana Rp1,7 Triliun untuk Startup AI
  • Kerja Sama Danantara dan Arm Targetkan 15.000 Insinyur Indonesia

Menurut Teguh, status Provisional Signatory menunjukkan bahwa sistem akreditasi yang dikembangkan Indonesia telah memperoleh kepercayaan dari komunitas pendidikan dan profesi teknik global.

“Ini merupakan bukti bahwa kualitas tata kelola akreditasi pendidikan keteknikan Indonesia terus berkembang dan semakin sejajar dengan praktik terbaik dunia,” katanya.

Dia menilai pengakuan tersebut akan memberikan manfaat strategis bagi perguruan tinggi, mahasiswa, lulusan, dan dunia industri.

Program studi yang terakreditasi IABEE berpotensi memperoleh pengakuan yang lebih luas di tingkat internasional sehingga membuka peluang kolaborasi akademik, mobilitas profesional, serta meningkatkan daya saing lulusan Indonesia di pasar kerja global.

Ketua Komite Eksekutif IABEE Muhammad Romli mengatakan capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam proses internasionalisasi sistem akreditasi pendidikan keteknikan Indonesia.

Menurutnya, dengan pengakuan terbaru itu, IABEE kini memiliki reputasi internasional dalam penyelenggaraan akreditasi program studi di bidang keinsinyuran yang mencakup program sarjana teknik, sarjana terapan teknik, diploma tiga teknik, hingga bidang komputasi dan teknologi informasi.

“Pengakuan ini menunjukkan bahwa mekanisme akreditasi yang diterapkan IABEE telah memenuhi prinsip-prinsip mutu yang diakui secara global,” ujarnya.

Romli menambahkan, keberhasilan memperoleh status Provisional Signatory Sydney Accord dan Dublin Accord sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem pendidikan teknik internasional serta membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai lembaga akreditasi dan institusi pendidikan di berbagai negara.

Dia menjelaskan bahwa status provisional merupakan tahapan menuju pengakuan penuh (full signatory), yang mensyaratkan evaluasi dan pemantauan internasional secara berkelanjutan untuk memastikan konsistensi mutu dan tata kelola akreditasi.

Selain membawa kabar pengakuan internasional, PII juga menyampaikan kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah International Engineering Alliance Meetings (IEAM) 2027 yang direncanakan berlangsung di Bali.

Dalam forum tersebut, Teguh menegaskan komitmen Indonesia untuk berkontribusi lebih aktif dalam pengembangan profesi keinsinyuran global di tengah tantangan dunia seperti perubahan iklim, transisi energi, transformasi digital, kecerdasan buatan, dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

Menurutnya, profesi insinyur tidak hanya dituntut menghadirkan solusi teknis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

IEAM sendiri merupakan forum internasional yang mempertemukan organisasi profesi, lembaga akreditasi, regulator, dan institusi pendidikan teknik dari berbagai negara untuk membangun standar bersama, memperkuat sistem penjaminan mutu, serta mendorong pengakuan kompetensi dan mobilitas insinyur lintas negara.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Gemini Healing agar Tidak Burnout
• 18 jam lalubeautynesia.id
thumb
Hasil Piala Dunia 2026: Gol Telat Qatar Gagalkan Kemenangan Swiss
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Kemhan Beberkan Isi Pertemuan Presiden Prabowo dengan Menhan Jepang
• 1 jam laludetik.com
thumb
"Jerman vs Curacao: Pertemuan Unik Dua Dunia yang Akhirnya Ketemu di Piala Dunia 2026"
• 12 menit lalubudysupu33
thumb
Wakil Ketua MPR soal Harga Pertamax Naik: Sesuai Harga Minyak Mentah Dunia
• 20 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.