OpenAI Menghadapi Penyelidikan Koalisi Jaksa Negara Bagian AS Terkait Data Pengguna dan Operasional AI

pantau.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pantau - OpenAI sedang menghadapi penyelidikan dari koalisi jaksa penuntut umum di sejumlah negara bagian Amerika Serikat terkait aktivitas bisnis, pengelolaan data pengguna, sistem periklanan, serta dampak layanan kecerdasan buatan yang dikembangkannya.

Fokus Penyelidikan Mencakup Data Pengguna dan Operasional AI

Berdasarkan laporan yang dikutip dari Engadget, OpenAI menerima surat panggilan pada Jumat, 12 Juni 2026, yang meminta perusahaan menyerahkan berbagai informasi dan dokumen mengenai operasionalnya.

Para jaksa meminta penjelasan mengenai sistem periklanan yang dijalankan OpenAI.

Strategi perusahaan dalam menarik pengguna baru dan mempertahankan pengguna yang sudah ada juga menjadi bagian dari permintaan informasi tersebut.

Pengelolaan data pribadi pengguna menjadi salah satu fokus utama penyelidikan yang sedang berlangsung.

Informasi kesehatan pengguna yang mungkin dikelola oleh OpenAI turut menjadi perhatian para penyidik.

Penggunaan layanan OpenAI oleh anak-anak dan lansia juga ikut diperiksa dalam proses penyelidikan tersebut.

Selain itu, para jaksa meminta penjelasan mengenai pengembangan model deep learning yang dilakukan perusahaan.

Kebijakan internal terkait operasional dan pengembangan teknologi AI juga diminta untuk dijelaskan kepada para penyidik.

Para jaksa turut menyoroti kecenderungan model AI memberikan respons yang terlalu menyetujui atau mengikuti keinginan pengguna.

OpenAI Menyatakan Siap Berkomunikasi Secara Konstruktif

Menanggapi penyelidikan tersebut, juru bicara OpenAI menyatakan bahwa perusahaan memandang serius berbagai kekhawatiran yang disampaikan oleh para jaksa penuntut umum.

OpenAI menyatakan terus berupaya mengembangkan teknologi AI yang aman dan bertanggung jawab bagi masyarakat.

"Kami menanggapi serius kekhawatiran yang disampaikan para jaksa agung negara bagian dan berniat berkomunikasi secara konstruktif dengan kantor mereka," ungkap juru bicara OpenAI.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti alasan utama yang memicu dimulainya penyelidikan terhadap OpenAI.

Artikel tersebut menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan pengembang AI memang telah menjadi perhatian regulator di berbagai negara bagian Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2025, sebanyak 44 jaksa penuntut umum negara bagian mengirim surat kepada Meta, Google, Apple, Microsoft, OpenAI, Anthropic, Perplexity AI, dan xAI.

Dalam surat tersebut, perusahaan-perusahaan teknologi diminta meningkatkan perlindungan terhadap anak-anak dari interaksi chatbot yang dinilai tidak pantas dan berpotensi membahayakan.

Secara keseluruhan, penyelidikan terbaru terhadap OpenAI berfokus pada transparansi operasional perusahaan, perlindungan data pengguna, keamanan penggunaan AI oleh kelompok rentan, serta dampak perilaku model AI terhadap masyarakat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Klasemen Piala Dunia 2026: Brasil Kececer di Peringkat 3, Australia Bikin Kejutan Jadi Runner Up
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nonton Bareng Piala Dunia 2026
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Facebook dan Instagram kembali normal usai alami gangguan global
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Montella kecewa Turki kalah lawan Australia meski dominasi laga
• 21 menit laluantaranews.com
thumb
Legenda Manchester United Ngamuk Qatar Dirugikan Penalti Kontra Swiss di Piala Dunia 2026, FIFA Diminta Turun Tangan
• 7 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.