Kemdiktisaintek pacu peran mahasiswa atasi sampah dan transisi energi

antaranews.com
10 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kemdiktisaintek mendorong mahasiswa untuk mengambil peran dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan, termasuk pengelolaan sampah dan transisi energi berkelanjutan.

"Pengelolaan sampah merupakan persoalan yang melibatkan aspek teknologi, ekonomi, tata kelola, dan transformasi sosial masyarakat. Kita membutuhkan talenta-talenta yang mampu melihat persoalan secara menyeluruh dan menghadirkan solusi yang berkelanjutan," kata Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek Fauzan Adziman dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Dirjen Fauzan menyampaikan pihaknya telah mendukung berbagai riset terkait pengolahan sampah menjadi energi.

Ia menilai perguruan tinggi berperan strategis dalam menghasilkan inovasi berbasis kepakaran akademik serta membina talenta, termasuk mahasiswa, yang mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.

"Pengelolaan sampah merupakan persoalan yang melibatkan aspek teknologi, ekonomi, tata kelola, dan transformasi sosial masyarakat. Kita membutuhkan talenta-talenta yang mampu melihat persoalan secara menyeluruh dan menghadirkan solusi yang berkelanjutan," ujarnya.

Baca juga: Gejolak global momentum RI-Jerman perkuat kerja sama energi alternatif

Saat ini, kata Fauzan, Kemdiktisaintek juga mendorong keterlibatan mahasiswa melalui Program Aksara Mahasiswa, yaitu Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa.

Melalui program ini, mahasiswa hadir langsung di tengah masyarakat untuk berdialog dengan warga, memetakan persoalan di lapangan, membangun kesadaran publik, serta mendorong praktik pengelolaan sampah yang lebih baik mulai dari tingkat rumah tangga.

"Mahasiswa tidak hanya belajar dari masyarakat, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membantu membangun ekosistem pengelolaan sampah yang lebih baik. Ini adalah bagian dari upaya menciptakan solusi yang berkelanjutan," ucap Fauzan Adziman.

Merespons hal tersebut, Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, Danang Sri Hadmoko menyampaikan bahwa perguruan tinggi merupakan kawah candradimuka bagi generasi muda untuk menjadi pemimpin masa depan.

"Isu energi dan persoalan strategis perlu dijawab melalui pendekatan multidisiplin dan multiaktor," tutur Danang Sri Handoko.

Baca juga: DEN: Ketahanan energi dan transisi energi harus jalan bersama
Baca juga: Tenaga Ahli Menteri ESDM tekankan pentingnya transisi energi hijau


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Susunan Pemain Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Raphinha Starter
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Trump Klaim Tewaskan Bos Kartel Venezuela, Markas Geng Tren de Aragua Dibom! | KOMPAS PETANG
• 42 menit lalukompas.tv
thumb
Bhabinkamtibmas Polda Jateng bantu lacak 1.387 TB dalam sepekan
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Video: Gak Cuma Nikel, Pemprov Maluku Utara Genjot Hilirisasi Kelapa
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Harga Minyak Mentah Terendah Sejak Maret 2026 usai Sinyal Selat Hormuz dibuka
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.