CIREBON, iNews.id – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA di Jawa Barat kembali menuai kekecewaan. Sejak Sabtu (13/6/2026) pagi hingga petang, situs resmi SPMB Jawa Barat lumpuh total. Hal itu mengakibatkan para calon peserta didik dan orang tua panik.
Pasalnya, berdasarkan jadwal yang telah ditentukan, hari ini merupakan pengumuman resmi hasil kelulusan yang seharusnya sudah bisa diakses oleh masyarakat melalui situs tersebut.
Karut-marut proses penerimaan siswa baru tahun ini langsung mengundang gelombang kritik keras dari berbagai pihak, mulai dari orang tua murid hingga para akademisi dan pengamat pendidikan.
Dosen Ilmu Pendidikan UIN Cirebon, Heru Mudiyanto, bersama Dekan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan, Asep Jejen, kompak menyoroti tiga kelemahan utama dalam sistem SPMB tahun ini. Pertama, kapasitas server yang dinilai belum siap dioperasikan untuk menampung akses massal.
Baca Juga:Ambulans GP Ansor Ringsek Tabrakan dengan Truk di Purworejo, 1 Orang Tewas 2 LukaKedua, hadirnya pola pemetaan siswa baru yang membingungkan dan sulit dipahami oleh sebagian besar masyarakat. Ketiga, minimnya sosialisasi dari pihak-pihak terkait, terutama mengenai kebijakan "Sekolah Maung" yang diumumkan dalam waktu yang sangat mepet dengan pelaksanaan pendaftaran.
Di tengah situasi yang karut-marut dan desakan informasi dari masyarakat, Kantor Cabang Dinas Pendidikan (Cadikdik) Wilayah X Jawa Barat justru terkesan menutup diri. Pihak dinas terkait masih sulit ditemui oleh awak media untuk memberikan klarifikasi resmi.
#jabar




