REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pentagon merilis kumpulan ketiga dokumen terkait fenomena anomali tak dikenal (Unidentified Anomalous Phenomena/UAP), yang selama ini lebih populer disebut sebagai UFO (Unidentified Flying Object).
Dalam keterangan resminya, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) menyebutkan koleksi terbaru tersebut mencakup 72 dokumen historis terkait UAP yang dihimpun dari berbagai lembaga pemerintah, termasuk Pentagon, Biro Investigasi Federal (FBI), Badan Intelijen Pusat (CIA), dan NASA.
- Cerita Orang Tua Murid di Jabar Dibuat Kesal PCMB Hingga SPMB, DPRD Desak Disdik Berbenah
- Babak Baru Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Indramayu, Wabup Diperiksa Kejati Sebagai Tersangka
- Ibu Rumah Tangga di Karawang Jadi Pengedar Narkoba, Ketahuan Simpan Sabu di dalam Alat Kontrasepsi
Dokumen-dokumen tersebut tersedia melalui situs web khusus pemerintah AS yang memuat arsip terkait UAP. Pentagon menyatakan berkas tambahan akan terus dirilis secara bertahap sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi kepada publik.
Juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, mengatakan situs web tersebut telah menerima lebih dari 1,7 miliar kunjungan dari seluruh dunia sejak diluncurkan pada 8 Mei lalu.
.rec-desc {padding: 7px !important;}"Departemen Pertahanan dan para mitranya terus bekerja untuk merilis dokumen UAP berikutnya," kata Parnell pada Jumat (13/6/2026).
Pemerintah AS dalam beberapa tahun terakhir meningkatkan upaya pengungkapan informasi terkait UAP, termasuk dengan membuka sejumlah arsip historis dan hasil investigasi yang sebelumnya tidak tersedia untuk publik.
Apa Isi 72 Dokumen UFO yang Baru Dirilis Pentagon?Pentagon menyatakan kumpulan terbaru tersebut berisi 72 dokumen historis terkait fenomena anomali tak dikenal (UAP) yang berasal dari sejumlah lembaga pemerintah Amerika Serikat, termasuk Departemen Pertahanan AS, FBI, CIA, dan NASA.
Namun, dalam pengumuman resminya, Pentagon belum merinci seluruh isi dokumen satu per satu. Berkas-berkas tersebut disebut sebagai bagian dari arsip historis yang berkaitan dengan laporan, kajian, korespondensi, serta dokumentasi pemerintah mengenai fenomena yang belum dapat diidentifikasi secara pasti.
Publik dapat mengakses dokumen-dokumen tersebut melalui situs arsip UAP yang disediakan pemerintah AS. Pentagon juga menegaskan bahwa proses pengungkapan masih berlangsung dan dokumen tambahan akan dirilis secara bertahap pada masa mendatang.
Perilisan terbaru ini melanjutkan upaya pemerintah AS untuk membuka arsip terkait UAP yang selama puluhan tahun menjadi perhatian publik. Meski demikian, Pentagon tidak menyebut bahwa dokumen-dokumen tersebut merupakan bukti keberadaan makhluk luar angkasa atau teknologi nonmanusia. Fokus utama pemerintah AS sejauh ini adalah mendokumentasikan, meneliti, dan mengevaluasi laporan-laporan yang dianggap belum memiliki penjelasan memadai.
Karena itu, perhatian para peneliti dan pengamat kini tertuju pada kemungkinan munculnya informasi baru dari dokumen-dokumen yang akan dipublikasikan berikutnya.




