Laba TOTO turun 47,18 persen menjadi Rp45,36 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp85,88 miliar.
IDXChannel - PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) mencatatkan penurunan laba bersih pada kuartal I-2026.
Laba TOTO turun 47,18 persen menjadi Rp45,36 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp85,88 miliar.
Manajemen menjelaskan, kinerja perseroan tertekan oleh melemahnya sektor properti yang masih menjadi salah satu penopang utama permintaan produk sanitasi dan perlengkapan bangunan, termasuk konflik yang terjadi di Iran.
Kondisi ini berpengaruh terhadap penjualan di pasar domestik maupun ekspor, sehingga turut menekan perolehan laba pada awal tahun.
"Laba seiring dengan melemahnya sektor properti serta dipengaruhi oleh kondisi geopolitik sehingga menekan penjualan domestik maupun ekspor," tulis manajemen TOTO dalam laporan hasil public expose di keterbukaan informasi BEI dikutip Minggu (14/6/2026).
Manajemen mengungkapkan, tantangan perseroan dalam menjaga pertumbuhan penjualan dan profitabilitas semakin besar saat memasuki 2026.
Karena itu, perseroan berupaya memperkuat strategi mitigasi terhadap berbagai risiko eksternal, termasuk gejolak geopolitik dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah meningkatkan penjualan ekspor guna mengantisipasi dampak depresiasi rupiah terhadap operasional dan kinerja keuangan perseroan.
Di tengah persaingan industri yang semakin ketat, TOTO memperluas pilihan produk dengan harga yang lebih terjangkau agar dapat menjangkau segmen pasar yang lebih luas serta memperkuat aktivitas pemasaran dalam mempertahankan pangsa pasar dan meningkatkan daya saing.
"Produk TOTO telah lama hadir dan dikenal di Indonesia, didukung jaringan distribusi yang kuat melalui dealer-dealer di seluruh Indonesia dan pelayanan purna jualnya untuk konsumen," tutur manajemen.
Adapun TOTO memutuskan pembagian dividen tunai final Rp134 miliar atau Rp13 per saham untuk tahun buku 2025.
Besaran dividen tersebut setara 38,18 persen laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk Rp351,15 miliar.
Sebelumnya, TOTO telah membagikan dividen interim sebesar Rp103,2 miliar atau Rp10 per saham. Dengan demikian, total dividen tunai yang dibagikan TOTO mencapai Rp237,3 miliar atau setara Rp23 per saham.
(DESI ANGRIANI)




