Ya, dikutip dari TribunPapuaTengah pada Sabtu (13/6/2026), salah satu barang yang paling diminati banyak orang adalah bendera negara yang mengikuti Piala Dunia 2026. Hal ini membuat padagang bendera meraup omset yang tinggi.Peluang ini dilirik oleh Sogir, salah seorang penjual bendera. Dirinya mengaku menjual barang-barang bernuansa Piala Dunia 2026 lebih awal dari yang lain.Hal itu tak lain dan tak bukan demi mendapatkan untung besar. Dirinya bahkan membuka lapak sejak bulan Mei.Antusiasme warga pun membuat omset Sogir melesat naik. Dirinya pun tentu bersyukur dengan hal ini."Alhamdulillah sudah ada yang beli sedikit-sedikit. Lumayan buat kebutuhan sehari-hari," ungkapnya.Di lapaknya, pedagang bendera ini menyediakan berbagai ukuran bendera negara yang mengikuti Piala Dunia 2026. Mulai dari yang kecil hingga ukuran raksasa.Tak hanya itu, ia juga menjual replika bendera negara. Justru, komoditi ini adalah yang paling diminati warga.Sogir mengungkap, bendera tim dari Belanja sangat laris dibeli warga. Bahkan, stok yang dibawanya sudah habis terjual."Cuma bawa satu kodi ukuran besar, sekarang sudah habis. Yang tersisa ukuran lebih kecil," lanjutnya.Tak hanya itu, lantaran rute pengiriman yang begitu panjang, Sogir pun harus bersabar menunggu stok benderanya. Dirinya juga mengaku optimis dengan omset penjualannya yang mencapai jutaan."Pengirimannya memang dari Jawa ke Ambon dulu, baru disebarkan ke wilayah Papua. Kemungkinan hari Jumat barang sudah sampai dan bisa digelar lengkap," jelas Sogir.
"Lumayan, 10 lembar bendera harga Rp100.000, ya untung sejuta sehari dapatlah," ungkapnya.
Artikel Asli




