Moskow (ANTARA) - Sejumlah negara dengan ekonomi terbesar dalam kelompok G20 secara tertutup berupaya meyakinkan Amerika Serikat (AS) mengenai dampak negatif sanksi terhadap Rusia bagi perekonomian global.
Pernyataan itu disampaikan Duta Besar Keliling Kementerian Luar Negeri Rusia untuk Urusan G20 dan APEC, Marat Berdyev, dalam sebuah wawancara dengan RIA Novosti.
Pada April lalu, Menteri Energi AS Chris Wright mengungkapkan bahwa Washington memperpanjang pengecualian sanksi terhadap pengiriman minyak Rusia melalui jalur laut setelah pertemuan G20, menyusul permintaan dari sejumlah peserta forum tersebut.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent kemudian menyatakan bahwa pengecualian yang semula berakhir pada 16 Mei diperpanjang selama 30 hari tambahan.
“Sejauh yang kami ketahui, sejumlah ekonomi besar secara tertutup menjelaskan kepada pihak Amerika mengenai dampak merugikan dari penggunaan sanksi secara berlebihan. Mereka meyakinkan Washington bahwa pembatasan yang tidak sah hanya akan memperburuk risiko dan tantangan dalam perekonomian global,” kata Berdyev.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pembahasan publik dalam forum G20 tidak secara langsung menyinggung isu pelonggaran lebih lanjut sanksi AS terhadap minyak Rusia.
Rusia berulang kali menyatakan bahwa negara itu mampu menghadapi tekanan sanksi yang mulai diberlakukan Barat beberapa tahun lalu dan terus diperketat hingga saat ini.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebelumnya mengatakan bahwa kebijakan menahan dan melemahkan Rusia merupakan strategi jangka panjang negara-negara Barat.
Menurutnya, sanksi tersebut tidak hanya berdampak pada Rusia, tetapi juga memberikan pukulan serius terhadap perekonomian global secara keseluruhan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Hungaria dukung perpanjangan sanksi terhadap Rusia menjadi tahunan
Baca juga: Sanksi UE ganggu pasokan cip, industri otomotif Jerman kesulitan
Pernyataan itu disampaikan Duta Besar Keliling Kementerian Luar Negeri Rusia untuk Urusan G20 dan APEC, Marat Berdyev, dalam sebuah wawancara dengan RIA Novosti.
Pada April lalu, Menteri Energi AS Chris Wright mengungkapkan bahwa Washington memperpanjang pengecualian sanksi terhadap pengiriman minyak Rusia melalui jalur laut setelah pertemuan G20, menyusul permintaan dari sejumlah peserta forum tersebut.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent kemudian menyatakan bahwa pengecualian yang semula berakhir pada 16 Mei diperpanjang selama 30 hari tambahan.
“Sejauh yang kami ketahui, sejumlah ekonomi besar secara tertutup menjelaskan kepada pihak Amerika mengenai dampak merugikan dari penggunaan sanksi secara berlebihan. Mereka meyakinkan Washington bahwa pembatasan yang tidak sah hanya akan memperburuk risiko dan tantangan dalam perekonomian global,” kata Berdyev.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pembahasan publik dalam forum G20 tidak secara langsung menyinggung isu pelonggaran lebih lanjut sanksi AS terhadap minyak Rusia.
Rusia berulang kali menyatakan bahwa negara itu mampu menghadapi tekanan sanksi yang mulai diberlakukan Barat beberapa tahun lalu dan terus diperketat hingga saat ini.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebelumnya mengatakan bahwa kebijakan menahan dan melemahkan Rusia merupakan strategi jangka panjang negara-negara Barat.
Menurutnya, sanksi tersebut tidak hanya berdampak pada Rusia, tetapi juga memberikan pukulan serius terhadap perekonomian global secara keseluruhan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Hungaria dukung perpanjangan sanksi terhadap Rusia menjadi tahunan
Baca juga: Sanksi UE ganggu pasokan cip, industri otomotif Jerman kesulitan





