Harga BBM Naik Bikin Mahasiswa Demo, Istana: Bensin Subsidi Kan Enggak Naik...

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI M Qodari merespons mahasiswa yang melaksanakan aksi demo terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Qodari menegaskan, keputusan menaikkan harga BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green tidak lepas dari kondisi global.

Lagipula, kata dia, harga BBM subsidi, yakni Solar dan Pertalite tidak naik.

"Jangan lupa bahwa BBM di kita ini ada dua. Ada yang disubsidi, ada yang harga pasar. Yang disubsidi kan enggak naik, tetap," ujar Qodari dalam keterangan Bakom, dikutip Minggu (14/6/2026).

Baca juga: Komisi VI DPR Bakal Panggil Pertamina, Bahas Dampak Kenaikan Harga BBM Pertamax

Qodari menyampaikan, Presiden RI Prabowo Subianto telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi.

Indonesia, kata dia, saat ini masih menghadapi tantangan besar di sektor energi, mengingat produksi minyak domestik belum mampu memenuhi kebutuhan nasional.

"Kalau soal BBM, faktor dari luar negeri sangat besar karena de facto kita sebagai bangsa ini memang ketinggalan," ucapnya.

Baca juga: Harga BBM Naik, Sopir Bentor Pulau Tidung Terpaksa Nombok Beli Bensin

Qodari mengatakan, Prabowo sejak awal menempatkan kemandirian energi sebagai salah satu agenda utama pemerintahannya.

Oleh karena itu, Qodari menyebut, berbagai kebijakan disiapkan untuk mengurangi kebergantungan Indonesia terhadap pasokan energi dari luar negeri.

Qodari mengatakan, upaya tersebut merupakan bagian dari reformasi struktural yang tengah dijalankan pemerintah, sejalan dengan target mewujudkan ketahanan pangan dan ketahanan energi.

“Bangsa ini harus mandiri. Bangsa ini harus maju. Lepas dari ketergantungan pangan, lepas dari ketergantungan energi. Itu kan semua (usaha) Pak Prabowo," jelas Qodari.

Baca juga: Demo Mahasiswa UNJ di Rawamangun Jaktim, Tuntut Pemerintah Turunkan Harga BBM

Lalu, Qodari mencontohkan keberhasilan pemerintah dalam memperkuat sektor pangan melalui peningkatan produksi beras dan pupuk.

Namun, menurutnya, tantangan di sektor energi jauh lebih kompleks karena tingginya kebergantungan terhadap impor minyak.

"Soal energi pasti lebih sulit. Kenapa? Karena memang impor kita sangat besar. Kebutuhan kita sehari 1,6 juta liter, tapi kita cuma bisa produksi 600 ribu," paparnya.

Maka dari itu, untuk mengurangi kebergantungan tersebut, pemerintah mendorong pemanfaatan energi berbasis bahan baku domestik.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Warga Beralih ke Pertalite Imbas Harga Pertamax Naik, Stok BBM Subsidi di SPBU Ini Kosong


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Dorong Konsumsi Susu Demi Wujudkan Generasi Indonesia Emas
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Momen Akrab Kim Jong Un Mengantar Presiden Xi ke Bandara hingga Jabat Erat
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
BTN JAKIM 2026 Hari Ini, Layanan Transjakarta Beroperasi Pukul 08.00-11.30 WIB
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Simak Lowongan Pekerjaan di Sektor Perbankan Juni 2026
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemprov Kalbar Perkuat Pengawasan Kesehatan Jelang Kepulangan 1.857 Haji
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.