Olah Sampah dan Limbah Jadi Berkah, Pertamina Patra Niaga Gandeng Warga Sekitar Wilayah Operasional

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pertamina Patra Niaga menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, melalui aktivitas di berbagai wilayah operasional. Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut diimplementasikan melalui program Community Involvement & Development yang dijalankan di berbagai wilayah operasi, seperti Dumai, Kasim, dan Makassar. 

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun menegaskan, komitmen tersebut bukan sekadar slogan, melainkan telah diwujudkan dalam aksi nyata.

Baca Juga :
Komut Pertamina Tinjau Kesiapan Pasokan Avtur di Bali Jelang Peningkatan Trafik Penerbangan
Ikhtiar Lahir Batin, Pedagang Amalkan Doa Penglaris Dagangan Seperti Anjuran Nabi Sulaiman AS

“Pertamina Patra Niaga menggandeng masyarakat di sekitar wilayah operasi untuk mengolah sampah dan limbah rumah tangga bukan hanya memberikan kontribusi positif pada kelestarian alam, tapi juga bentuk pemberdayaan masyarakat jangka panjang,” ujar Roberth dikutip dari keterangannya, Minggu, 14 Juni 2026.

Di Riau, tepatnya di Kelurahan Tanjung Palas, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai menginisiasi Posyandu Sehati yang menukar minyak jelantah dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita. Di wilayah yang sama, Kelompok Wirani Rejosari juga aktif mengolah sampah organik menjadi pupuk cair organik (PCO).

Bergeser ke Papua Barat Daya, pengolahan sampah organik juga dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga Kilang Kasim di Kampung Malabam, Distrik Seget, Kabupaten Sorong. Melalui program MOI (Mandiri, Optimal, dan Integrasi), warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Wahimu mengolah sampah organik dari sisa makanan  dan hasil panen sayuran menjadi pakan babi milik Kelompok Ternak Kamisalun. Selanjutnya, kotoran babi diolah kembali menjadi pupuk organik untuk mendukung pertanian Kelompok Tani Wahimu.

Komitmen terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat juga diwujudkan melalui Program Kampung BERLIAN yang dijalankan Integrated Terminal Makassar bersama masyarakat Kelurahan Tamalabba. Program ini menjadi solusi atas tingginya timbulan sampah rumah tangga melalui pendekatan terintegrasi, mulai dari pemilahan sampah, budidaya maggot melalui Tamalabba Organic Center (TOC), pengelolaan bank sampah Tasberlin, hingga pengembangan pertanian urban berbasis hidroponik, aquaponik, dan budidaya ikan.

Program ini berhasil mengubah masyarakat dari sekadar penghasil sampah menjadi pelaku utama pengelolaan lingkungan. Kampung BERLIAN mampu mereduksi sampah rumah tangga hingga 6,7 ton per bulan, memanfaatkan minyak jelantah sebanyak 4 liter/bulan, dan menghemat energi sebesar 4.380 kWh melalui pemanfaatan energi surya pada sistem hidroponik. Program ini juga menghasilkan nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 1,50 yang berarti setiap Rp1 investasi perusahaan menghasilkan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan senilai Rp1,50 bagi masyarakat. 

Baca Juga :
Perkuat Komitmen Transisi Energi, Pertamina EP Cepu Beberkan Pertumbuhan Kinerja 2025
Harga Pertamax Melonjak hingga Rp16.250 per Liter, MPR Ungkap Penyebab Utama dari Gejolak Global
Komisi VI DPR Bakal Panggil Pertamina Buntut Harga Pertamax Naik

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Karhutla di Desa Trahean Berhasil Dipadamkan Sebelum Meluas
• 53 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Isi Perjanjian Bocor! Selat Hormuz hingga Dana Rp427 Triliun Jadi Batu Sandungan Damai Amerika-Iran
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ketua Umum DPP KNPI Resmi Membuka Musyawarah Daerah VII KNPI Provinsi Sulawesi Tenggara
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Produsen Jeli Inaco (JELI) IPO di BEI, Tawarkan Rp 900 - Rp 1.120 per Saham
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Harga Emas Antam Hari Ini 14 Juni 2026, Cek Rincian dari 0,5 Gram hingga 1 Kg
• 10 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.