TABLOIDBINTANG.COM - Film komedi WARKOP DKI ViRaLiN dOoOong..!! yang dibintangi Vino G Bastian, Tora Sudiro, dan Desta belum menunjukkan performa yang benar-benar meledak pada pekan pembukaannya.
Menurut data Cinepoint, hingga hari ketiga penayangan atau Sabtu (13/6), film produksi Falcon Pictures tersebut baru mengumpulkan sekitar 159 ribu penonton.
Pada hari ketiganya, WARKOP DKI ViRaLiN dOoOong..!! hanya menambah nyaris 68 ribu penonton. Raihan itu membuat film tersebut berada di bawah tekanan ketat dari film impor asal Korea Selatan, Colony.
Film zombie Korea yang tengah menjadi fenomena di bioskop Indonesia itu sukses menarik lebih dari 70 ribu penonton dalam sehari pada Sabtu (13/6), unggul tipis dari Warkop DKI Viralin Doooong..!!.
Tak hanya unggul harian, Colony juga semakin dekat dengan pencapaian fantastis. Hingga saat ini, film tersebut telah mengoleksi lebih dari 915 ribu penonton dan berpeluang menjadi film impor pertama pada 2026 yang mampu menembus angka 1 juta penonton di Indonesia.
Meski masih tergolong awal penayangan, performa WARKOP DKI VIRALIN dOoOong..!! dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu. Apakah film komedi ini mampu mengejar laju Colony dan menciptakan efek viral seperti judulnya, atau justru kesulitan menembus jajaran film terlaris bulan Juni?
Sekawan Limo 5 Geser Posisi Film Dwi Sasono
Sementara itu, persaingan di papan atas box office nasional juga menghadirkan kejutan lain. Film horor-komedi Sekawan Limo 5: Gunung Klawih karya Bayu Skak kembali menunjukkan taringnya.
Pada Sabtu (13/6), film tersebut berhasil menarik sekitar 46 ribu penonton tambahan. Berkat capaian itu, total penontonnya kini mencapai 1,67 juta orang.
Raihan tersebut sekaligus membuat Sekawan Limo 5: Gunung Klawih melampaui pencapaian film Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? yang dibintangi Dwi Sasono.
Sebelumnya, film keluarga tersebut mengoleksi sekitar 1,665 juta penonton. Dengan selisih tipis, Sekawan Limo 5 kini resmi duduk di peringkat ke-5 film Indonesia terlaris tahun 2026.
Saat ini, perhatian publik pecinta film Indonesia tertuju pada pergerakan angka penonton sepanjang akhir pekan yang akan menentukan nasib para penghuni box office nasional.




