Sempat Tolak Tawaran Kerja Sama dari Hanania Travel, Dara Arafah Kecewa Bisa Terlibat Kasus Dugaan Penggelapan Dana Umrah

grid.id
10 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Selebgram Dara Arafah diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana umrah oleh Hanania Travel. Terungkap alasan Dara Arafah mau bekerja sama meski sempat menolak tawaran dari Hanania Travel.

Kasus ini menyeret sejumlah nama yang tak asing lagi di telinga, terutama Dara Arafah. Pasalnya, ia pernah bekerja sama sebagai guest star untuk mempromosikan agen travel tersebut.

Kerja sama dilakukan pada tahun 2024 dengan sistem barter alias endorsement, sehingga ia menegaskan tidak menerima aliran dana besar lain dari pihak travel. Sementara itu, Dara Arafah secara inisiatif mengembalikan uang sebesar Rp 10 juta yang ia terima dari Hanania Travel kepada pihak kepolisian.

Kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana umrah ini makin disorot karena melibatkan sejumlah publik figur, seperti Dara Arafah, Keanu Agl, Awkarin, Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid.

Melansir Tribun Seleb, Dara Arafah turut terseret dalam kasus penipuan jasa perjalanan umrah oleh PT Khazanah Tamma International atau Hanania Travel. Sama seperti publik figur lain, Dara Arafah diperiksa sebagai saksi atas kasus tersebut di Polda Metro Jaya, Jumat (13/6/2026) kemarin.

Sebelumnya, Aaliyah Massaid, Thariq Halilintar, Anwar BAB, hingga komika Praz Teguh telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional berinisial ASF sebagai tersangka.

Tersangka diduga menggunakan dana milik jemaah untuk menutupi permasalahan keuangan perusahaan serta kepentingan lain di luar kebutuhan pemberangkatan umrah. Adapun total jemaah yang merugi mencapai 337 orang.

Saat ditemui usai pemeriksaan, Dara Arafah diwakili kuasa hukumnya mengungkap awal terjalinnya kerjasama dengan Hanania Travel. Awalnya, Dara dihubungi oleh pemilik Hanania Group melalui media sosial. Dara kemudian ditawarkan adanya bentuk kerjasama, meski sebelumnya sempat menolak.

"Dara itu dihubungi langsung melalui media sosial, kemudian kontak-kontakan sama manajernya setelah itu baru ada penawaran-penawaran lah, beberapa kali tuh sebenarnya Dara udah sempat tolak," kata kuasa hukum Dara, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Sabtu (13/6/2026).

"Karena bareng-bareng sama teman-teman, akhirnya Dara menerima," sambungnya.

Pada kesempatan itu, Dara pun mengaku awalnya tak ada kecurigaan terhadap travel umrah yang berlokasi di kawasan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan itu. Dara menilai kala itu melihat Hanania Group sebagai travel umrah yang amanah karena sudah memberangkatkan banyak jemaah. Konten kreator asal Jakarta ini juga melihat adanya testimoni yang positif di media sosial.

 

 

"Kalau di awal memang enggak ada kecurigaannya karena kan memang travelnya itu sendiri juga sudah punya izin umrahnya juga, terus juga sudah memberangkatkan banyak jemaah dari sebelum berangkat sama aku, dan memang juga sudah banyak testimoni-testimoni yang mereka punya gitu."

"Jadi memang aku ngerasa mereka tuh terpercaya pada saat itu gitu. Jadi memang tidak ada kecurigaan sama sekali," ucap Dara.

Kini namanya ikut tercoreng akibat adanya kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana umrah ini, Dara mengaku kecewa. Namun saat ini Dara lebih merasa prihatin dengan para korban yang tak bisa berangkat umrah. Dirinya pun berharap kasus ini segera menemukan titik terang.

"Jadi kalau dibilang kasihan ya lebih kasihan mereka lah."

"Mohon banget doanya semoga kita bisa terus kawal kasus ini sampai para jemaah semuanya mendapatkan haknya kembali dan kepolisian juga mendapatkan titik terang," ujar Dara.

Dalam kasus ini, kerjasama antara Dara dengan Hanania Travel yakni barter konten, sama seperti publik figur lainnya.

Sementara itu, melansir Kompas.com, dalam menangani perkara dugaan penipuan dan penggelapan oleh Hanania Travel, polisi tengah menelusuri aliran dana yang berasal dari para korban. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan, sebagian dana tersebut diduga digunakan untuk membayar influencer yang mempromosikan layanan Hanania Travel.

"Uang yang digunakan, sebagian digunakan untuk kepentingan di luar dari perjalanan umrah para jamaah, sebagian juga digunakan untuk membayar influencer (pemengaruh) sebagai kepentingan marketing (pemasaran)," kata Iman dalam konferensi pers, Selasa (2/6/2026).

Selain menelusuri aliran dana, polisi juga melakukan pendalaman terhadap aset-aset milik Hanania Travel maupun pemiliknya, Farhan.(*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari Dermaga ke Rantai Pasok: Jejak Digitalisasi yang Menggerakkan Arus Logistik
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Budiman Sudjatmiko: Pemerintah Usahakan Rakyat Miskin Tak Terdampak Kenaikan BBM
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Saat Bangsa Digdaya Keliru Mengidentifikasi Dirinya Sendiri
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kepala BGN Bantah Tuduhan Pembagian Dana MBG ke Presiden: Tidak Benar
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Lingga dan Dairi
• 9 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.