Empat bank besar di Iran mengalami gangguan operasional akibat serangan siber yang menyasar infrastruktur komunikasi perbankan.
Meski demikian, otoritas perbankan setempat memastikan tidak ada kebocoran maupun penghapusan data nasabah akibat insiden tersebut.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip kantor berita pemerintah Iran, IRNA, Dewan Koordinasi Perbankan Iran mengungkapkan gangguan terjadi pada Bank Nasional Iran, Bank Tejarat, Bank Saderat Iran, dan Bank Tosee Saderat.
Setelah mendeteksi aktivitas tidak biasa pada sistem, tim teknis langsung melakukan langkah mitigasi untuk melindungi infrastruktur perbankan dan menjaga keamanan data nasabah.
“Tim teknis segera menerapkan langkah-langkah pencegahan dan perlindungan yang diperlukan untuk melindungi data nasabah serta infrastruktur perbankan negara setelah mengidentifikasi tanda-tanda yang tidak biasa,” demikian pernyataan Dewan Koordinasi Perbankan Iran, Minggu (14/6/2026).
Dilansir dari Antara, hasil investigasi awal menunjukkan gangguan tersebut dipicu oleh serangan siber terbatas yang menargetkan infrastruktur komunikasi bersama yang digunakan oleh keempat bank tersebut.
Menurut dewan, serangan itu sempat memengaruhi sejumlah layanan operasional, namun tidak sampai menyebabkan akses ilegal ke sistem penyimpanan data nasabah.
“Investigasi teknis secara rinci menunjukkan gangguan ini disebabkan oleh serangan siber terbatas terhadap infrastruktur komunikasi bersama milik empat bank tersebut. Untungnya, tidak terjadi akses tanpa izin terhadap informasi nasabah dan tidak ada data yang terhapus,” lanjut pernyataan tersebut.
Otoritas perbankan Iran memastikan seluruh infrastruktur yang terdampak kini telah berada dalam kendali tim teknis. Proses pemulihan sistem dan penguatan lapisan keamanan digital juga terus dilakukan untuk mengembalikan layanan secara normal sekaligus mencegah potensi gangguan lanjutan. (ant/saf/ham)




