Penyaluran Bansos Gunakan Teknologi Digital, Penerima Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Penguatan perlindungan sosial perlu bertumpu pada tiga hal utama, yaitu data akurat, sasaran tepat, dan Sekolah Rakyat.

Penyaluran Bansos Gunakan Teknologi Digital, Penerima Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah (Foto: dok Kemensos)

IDXChannel - Menteri Sosial (Mensos) melakukan digitalisasi data penerima bantuan sosial (bansos). Salah satunya dengan menggunakan teknologi pengenalan wajah atau Face Recognition untuk verifikasi.

“Kalau datanya tidak akurat, maka sasarannya juga tidak tepat,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya, dikutip Minggu (14/6/2026).

Baca Juga:
Bansos Pangan Siap Bergulir Lagi di Juni-Juli 2026, KPM Bakal Terima Beras 20 Kg

Dia menegaskan, penguatan perlindungan sosial perlu bertumpu pada tiga hal utama, yaitu data akurat, sasaran tepat, dan Sekolah Rakyat. 

Nantinya, penerima akan terdeteksi keaktifan wajah atau liveness detection. Teknologi ini digunakan untuk memastikan bahwa orang yang melakukan verifikasi benar-benar berada di depan kamera, bukan menggunakan foto, rekaman video, atau manipulasi digital.

Baca Juga:
Luhut Sebut Bansos Tak Lagi Berbentuk Barang, Tapi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang

Gus Ipul menilai teknologi penting untuk memperkuat validasi penerima manfaat bantuan sosial. Teknologi seperti ini, menurutnya, mendukung proses penyaluran bantuan sosial semakin akurat dan tepat sasaran. “Kita dorong, kita setujui ini,” ujar Gus Ipul. 

Gus Ipul mengungkapkan, teknologi ini bekerjasama dengan GoTo. Pada tahap awal, GoTo memberikan dukungan sebanyak 5 juta hits atau verifikasi untuk melakukan uji coba layanan verifikasi bagi penerima manfaat. 

“Terima kasih dikasih bantuan 5 juta ini. Tapi kita juga harus cek cost dan biayanya. Mulai sekarang dibuat perencanaan. Nanti 5 juta ini habis, kita kemana,” kata Gus Ipul.

Uji coba layanan yang telah dikembangkan sejak 2022 tersebut dilakukan di 42 kabupaten/kota. Dalam paparan yang disampaikan, layanan telah digunakan terhadap 28.961 percobaan dengan tingkat keberhasilan sekitar 98,4 persen. 

Selain bantuan sosial, Gus Ipul berharap adanya dukungan teknologi untuk pengelolaan Sekolah Rakyat. Dukungan tersebut dapat mencakup sistem manajemen sekolah, pemantauan aktivitas siswa, atau pengelolaan transaksi.

“Sekolah Rakyat ini bagus sekali, Pak. Ini untuk orang paling miskin. Yang jelas saya butuh sistem yang aman,” ujarnya.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Oli Samping Aroma ‘Stroberi’ Kini Pakai Formulasi Baru
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Kondisi Membaik, Komedian Bolot Ingin Segera Keluar dari RS
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Legenda Manchester United Ngamuk Qatar Dirugikan Penalti Kontra Swiss di Piala Dunia 2026, FIFA Diminta Turun Tangan
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Foto: Maroko Tahan Imbang Brasil di Laga Perdana Grup C Piala Dunia 2026
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Malaysia Fair 2026 Mendorong Minat Layanan Kesehatan Malaysia di Kalangan Masyarakat Indonesia
• 7 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.