BOGOR, DISWAY.ID - Peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang dipusatkan di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, dinilai menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pinggiran.
Pengamat politik Universitas Djuanda Bogor, Gotfridus Goris Seran, menilai pemilihan Desa Malasari sebagai lokasi utama perayaan HJB bukan sekadar seremoni tahunan.
BACA JUGA:Berprestasi! Bupati Rudy Susmanto Raih Penghargaan Disway Top Regional Leader Awards 2026
Menurutnya, keputusan tersebut mengandung pesan kuat bahwa pembangunan Kabupaten Bogor tidak lagi berfokus pada kawasan tengah seperti Cibinong, tetapi mulai menyasar wilayah barat dan timur.
“HJB di Malasari menjadi pesan kuat bahwa pembangunan harus merata ke wilayah barat dan timur Kabupaten Bogor,” kata Seran saat dihubungi Jabar Ekspress, Sabtu, 13 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pemilihan Malasari juga memiliki nilai historis karena wilayah tersebut dikenal sebagai salah satu pusat awal pemerintahan Kabupaten Bogor.
Karena itu, langkah Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Jaro Ade dinilai tepat dalam mengangkat kembali kawasan yang memiliki jejak sejarah penting bagi daerah.
BACA JUGA:Bupati Bogor Apresiasi Presiden atas Stabilitas BBM dan Ketersediaan Pangan di Tengah Konflik Global
Lebih lanjut, Seran melihat pemerintahan Rudy-Jaro mulai merealisasikan sejumlah komitmen yang disampaikan saat Pilkada 2024, terutama di sektor infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.
Menurutnya, pembangunan jalan dan peningkatan akses wilayah menjadi program yang paling dirasakan masyarakat saat ini karena berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi.
“Yang paling terasa dan nyata sekarang pembangunan jalan dan akses wilayah, itu penting untuk ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Selain pembangunan infrastruktur, Seran juga menyoroti target Universal Health Coverage (UHC) 100 persen serta program Satu Desa Satu Sarjana yang mulai dijalankan Pemerintah Kabupaten Bogor.
Meski mengapresiasi berbagai langkah tersebut, ia mengingatkan bahwa pembangunan di wilayah barat dan timur Kabupaten Bogor masih perlu dipercepat agar kesenjangan dengan kawasan tengah tidak terus melebar.
“Bogor Barat dan Timur punya potensi wisata dan ekonomi besar, infrastruktur dan pemerataan pembangunan harus benar-benar digenjot,” tegasnya.
BACA JUGA:Bupati Bogor Turun Tangan Tangani Bencana, Keselamatan Warga Jadi Prioritas
- 1
- 2
- »





