Migrain bukan nyeri kepala biasa yang cukup diatasi dengan istirahat atau obat pereda nyeri sembarangan. ara penderitanya tahu betul betapa kondisi ini jauh lebih kompleks dari yang dipahami banyak orang.
dr. Devi Ariani Sudibyo, Sp.N, Subsp.NN(K), selaku Ketua Kelompok Kerja Nyeri Kepala PP (Panitia Pusat) Perhimpunan Dokter Saraf Indonesia (PERDOSNI) memaparkan, kurangnya pemahaman masyarakat mengenai migrain seringkali membuat penderita kurang mendapat dukungan dari lingkungan sekitarnya, baik secara fisik maupun psikologis.
“Bila tidak ditangani dengan tepat, migrain dapat menggerogoti aktivitas sehari-hari, menurunkan produktivitas, mengganggu kualitas tidur, bahkan berdampak pada kesehatan mental penderitanya,” ujar dokter Devi dalam kegiatan pengabdian masyarakat di Hotel VASA Surabaya, Minggu (14/6/2026) pagi.
Itulah mengapa, kata dokter Devi, penanganan migrain tidak bisa berhenti pada pengobatan saat serangan terjadi.
dr. Devi Ariani Sudibyo, Sp.N, Subsp.NN(K), (paling kiri) selaku Ketua Kelompok Kerja Nyeri Kepala PP (Panitia Pusat) Perhimpunan Dokter Saraf Indonesia (PERDOSNI) dalam kegiatan pengabdian masyarakat Continuing Neurological Education (CNE) 2026 di Hotel VASA Surabaya, Minggu (14/6/2026) pagi. Foto: PERDOSNITerapi pencegahan memegang peran krusial, terutama bagi pasien yang mengalami serangan berulang atau yang serangannya berdampak signifikan terhadap kualitas hidup.
Terapi ini bertujuan mengurangi frekuensi serangan, meredakan keparahan gejala, dan membantu penderita menjalani hari-hari dengan lebih optimal.
Perlu diketahui, dalam kesempatan ini, dokter Devi meresmikan pembentukan Kelompok Pasien Migrain Nasional, yang pertama di Indonesia. Komunitas ini diharapkan menjadi wadah edukasi, berbagi pengalaman, dan dukungan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas hidup para penderita migrain.
Acara yang merupakan rangkaian kegiatan tahunan The 24th Continuing Neurological Education (CNE) 2026 ini diselenggarakan Perhimpunan Dokter Saraf Indonesia (PERDOSNI) cabang Surabaya bekerja sama dengan Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan berkolaborasi dengan PT. Anugerah Pharmindo Lestari (APL).
Senam bersama dalam kegiatan pengabdian masyarakat Continuing Neurological Education (CNE) 2026 di Hotel VASA Surabaya, Minggu (14/6/2026) pagi. Foto: PERDOSNIBertepatan dengan momen Bulan Peduli Migrain pada Juni 2026, PERDOSNI berharap dapat membangun kesadaran masyarakat bahwa migrain memerlukan penanganan serius, bukan sekadar menunggu nyeri kepala berlalu.
Kegiatan dibuka dengan senam bersama, dilanjutkan talkshow interaktif bertema “Beyond the Headache: Unmasking the Real Impact of Migraine” yang mengupas dampak migrain dari berbagai aspek kehidupan, mulai dari produktivitas kerja, kualitas tidur, hingga kesehatan mental.
Setelah itu, peserta dapat mengikuti skrining migrain dan pemeriksaan kesehatan gratis oleh dokter umum dan dokter spesialis neurologi. Seluruh rangkaian kegiatan ini terbuka bagi masyarakat tanpa dipungut biaya.(adv)




