Tel Aviv: Dua menteri senior Israel menyerukan dimulainya kembali serangan udara ke kawasan selatan Beirut, Lebanon, meski gencatan senjata antara kedua pihak masih berlaku.
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menyatakan Israel harus merespons setiap pelanggaran yang dilakukan Hizbullah, termasuk setiap peluncuran pesawat nirawak (drone) dari Lebanon.
"Dahiyeh harus bergetar," tulis Ben-Gvir melalui platform X, merujuk pada kawasan pinggiran selatan Beirut yang dikenal sebagai basis kuat Hizbullah.
Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich juga mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mengambil tindakan militer terhadap kawasan tersebut.
"Runtuhkan bangunan-bangunan di Dahiyeh hari ini," tulis Smotrich dalam unggahannya di X yang dikutip Anadolu, Minggu, 14 Juni 2026.
Menurut Smotrich, insiden serangan drone dari Lebanon harus menjadi ujian terhadap kebijakan keamanan yang sebelumnya diumumkan pemerintah Israel terkait respons terhadap ancaman dari wilayah utara.
Seruan kedua menteri itu muncul setelah militer Israel melaporkan adanya serangan drone dari Lebanon yang menargetkan posisi militer di wilayah utara Israel. Gencatan Senjata Masih Berlaku Pernyataan para menteri tersebut disampaikan ketika gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang berlaku sejak 17 April masih berlangsung.
Meski demikian, militer Israel dilaporkan tetap melanjutkan serangan udara secara berkala ke sejumlah wilayah di Lebanon.
Menurut data yang dirilis otoritas Lebanon, operasi militer Israel sejak awal Maret telah menyebabkan lebih dari 3.700 orang tewas, hampir 11.500 orang terluka, dan memaksa lebih dari 1,5 juta warga meninggalkan tempat tinggal mereka.
Baca juga: Israel Tegaskan Tak Akan Tarik Pasukan dari Lebanon Meski Ada Kesepakatan AS-Iran




