BI dan Bank Sentral Tiongkok Perkuat Kerja Sama, Perluas Transaksi Rupiah - Yuan

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Bank Indonesia (BI) dan People's Bank of China (PBOC) memperdalam kerja sama moneter dan keuangan melalui sejumlah kesepakatan baru. Kerja sama  mencakup peningkatan penggunaan mata uang lokal, pembayaran lintas batas berbasis QR, hingga pembentukan ekosistem renminbi (RMB) di Indonesia.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam Pertemuan Tingkat Tinggi (High Level Meeting/HLM) antara Gubernur BI Perry Warjiyo dan Gubernur PBOC Pan Gongsheng di Shanghai, Tiongkok, pada Kamis (11/60. Dalam pertemuan itu, kedua bank sentral sepakat menjajaki peningkatan nilai kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA). 

Kedua belah pihak juga menyatakan komitmen untuk memperluas penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral dan memperkuat konektivitas sistem pembayaran lintas batas. BI menyatakan kerja sama yang lebih erat diperlukan di tengah meningkatnya keterhubungan ekonomi global.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan keuangan masing-masing negara, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas keuangan kawasan.

"Kerja sama ini sekaligus mendukung upaya kedua bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar," ujar BI dalam pernyataan resmi seperti dikutip Minggu (14/6). 

Salah satu hasil utama pertemuan adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) mengenai Local Currency Transaction (LCT) antara BI, PBOC, dan Hong Kong Monetary Authority (HKMA). Kesepakatan yang mencakup Indonesia dan Hong Kong tersebut bertujuan memperkuat kerangka transaksi mata uang lokal yang telah berjalan.

Kerja sama itu diharapkan meningkatkan efisiensi transaksi lintas negara sekaligus memperdalam integrasi pasar keuangan regional. Selain itu, BI dan PBOC juga meluncurkan implementasi pembayaran QR lintas batas Indonesia-Tiongkok. 

Dengan dukungan kerangka LCT, sistem tersebut memungkinkan transaksi ritel lintas negara dilakukan secara lebih mudah, cepat, efisien, dan andal. Melalui implementasi tersebut, penyedia jasa sistem pembayaran yang mendukung transaksi QR lintas batas memiliki cakupan lebih luas dengan total 191 penyedia di Tiongkok dan 24 penyedia di Indonesia.

Dalam pertemuan yang sama, Bank Mandiri resmi ditetapkan sebagai peserta langsung (direct participant) dalam Cross-border Interbank Payment System (CIPS), sistem pembayaran lintas batas milik Tiongkok. Partisipasi tersebut diharapkan meningkatkan efisiensi proses kliring dan penyelesaian transaksi antara Indonesia dan Tiongkok sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur pembayaran lintas batas.

Dukung Pembentukan RMB Clearing Bank

Perry Warjiyo mengatakan kerja sama keuangan kedua negara ke depan akan difokuskan pada penguatan transaksi mata uang lokal, pengembangan infrastruktur keuangan, serta perluasan kolaborasi antarbank sentral. Menurut Perry, kerja sama tersebut juga mencakup rencana pembentukan RMB Clearing Bank di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, BI dan PBOC menandatangani MoU mengenai pembentukan Renminbi Clearing Arrangement di Indonesia. Kesepakatan ini ditujukan untuk mendukung pengembangan ekosistem RMB domestik melalui penyediaan likuiditas renminbi yang memadai bagi aktivitas perdagangan, investasi, dan transaksi keuangan lainnya.

Sementara itu Gubernur PBOC Pan Gongsheng mengatakan Tiongkok dan Indonesia sebagai dua ekonomi utama di kawasan memiliki tanggung jawab bersama untuk memperdalam kerja sama ekonomi dan keuangan bilateral. Menurut Pan, penguatan kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung kemakmuran dan stabilitas kawasan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi kedua negara.

BI menilai berbagai kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan kerja sama keuangan bilateral. Selain memperkuat stabilitas sistem keuangan, langkah tersebut juga diharapkan membantu dunia usaha dan masyarakat menekan biaya pemrosesan transaksi lintas negara.

Dengan semakin luasnya konektivitas sistem pembayaran dan pengembangan pasar keuangan yang lebih efisien, inklusif, dan tangguh, Indonesia dan Tiongkok berupaya memperkuat integrasi ekonomi serta ketahanan sistem keuangan kedua negara.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Asing Net Sell Rp 5,9 T Sepekan saat IHSG Naik 7,38%, BBCA, SMMA dan DSSA Diburu
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Suka Chat daripada Telepon
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
Gegara Bakar Sampah, Lahan 20 Hektare di Sabu Raijua NTT Hangus Dilalap Api
• 7 jam laludisway.id
thumb
Ramalan Zodiak Hari Ini, Minggu 14 Juni 2026: Cinta Libra Menghangat, Aquarius Dapat Kejutan Manis
• 12 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.