Militer Israel meluncurkan serangan terbaru ke wilayah Lebanon. Rudal-rudal Israel dilaporkan telah menyerang benteng-benten Hizbullah di Beirut selatan.
Dilansir CNN International, Minggu (14/6/2026), serangan ini merupakan balasan atas tembakan yang diarahkan ke wilayah Israel pada pagi tadi. Aksi berbalas serangan ini menjadi yang kesekian kali di tengah kesepakatan gencatan senjata Lebanon dan Israel yang masih berlangsung.
Pasukan Pertahanan Israel mengatakan mereka telah menyerang target Hizbullah di Beirut selatan sebagai tanggapan atas tembakan Hizbullah ke wilayah Israel.
Gambar-gambar menunjukkan kerusakan pada sebuah gedung apartemen di lingkungan Dahiyeh, benteng Hizbullah.
Israel terakhir kali melakukan serangan di Beirut pada pekan lalu. Saat itu, Netanyahu mengecam penyerangan yang diarahkan ke wilayah Israel.
"Kami tidak akan mengizinkan penembakan di wilayah kami atau di komunitas kami, dan kami akan bertindak sesuai dengan itu."
Awal bulan ini, Amerika Serikat (AS) memediasi gencatan senjata baru antara Israel dan Lebanon di mana Israel berkomitmen untuk tidak menargetkan Beirut jika Hizbullah tidak menargetkan warga sipil Israel. Hizbullah menolak perjanjian baru tersebut.
Sementara dilansir Al Jazeera, Badan Pertahanan Sipil Lebanon mengatakan telah menemukan tiga jenazah setelah serangan Israel menghantam di daerah Ghoebeiry, pinggiran selatan kota Beirut.
Operasi pencarian, penyelamatan, dan pembersihan puing-puing masih berlangsung di lokasi kejadian, kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan. Kantor Berita Nasional melaporkan 15 orang terluka dan kerusakan signifikan terjadi pada bangunan dan toko-toko di sekitarnya.
(ygs/isa)





