JAKARTA, DISWAY.ID - Iran dan Amerika Serikat tengah mempelajari susunan draft perjanjian damai yang disebut-sebut akan diteken Minggu, 14 Juni 2026 ini.
Perjanjian perdamaian itu digadang-gadang jadi babak akhir dari konflik yang telah berlangsung sejak Februari 2026 itu.
BACA JUGA:Kapan Malam 1 Suro 2026? Ada Perbedaan Penentuan Tanggal Menurut Kalender Jawa
Menurut laporan RT, Draft perjanjian damai AS dan Iran buruk bagi Israel. Itu diungkapkan Yair Lapid, pemimpin oposisi Israel dan mantan perdana menteri.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan akan ditandatangani pada hari Minggu.
Meski Trump telah mengeklaim hal itu, pihak Iran melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan, nota kesepahaman akan ditandatangani dalam beberapa hari mendatang.
Adapun draft kesepakatan itu berisi 5 poin di antaranya:
1. Rezim Iran Tetap Utuh
“Kesepakatan yang muncul tidak mencapai satupun tujuan perang Israel. Rezim tetap bertahan, program rudalnya tetap utuh, dan Iran dapat membangun kembali program nuklirnya,” tulis Lapid di X, dilansir RT.
Ia berpendapat bahwa kesepakatan tersebut merupakan “kegagalan total” oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
AS dan Israel melancarkan operasi militer gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu serangan balasan di seluruh Timur Tengah dan menyebabkan Teheran menutup Selat Hormuz untuk hampir semua pelayaran, memicu lonjakan harga energi global. Pertukaran serangan sebagian besar berhenti setelah gencatan senjata tercapai pada bulan April.
Meskipun detail pasti dari kesepakatan tersebut belum dipublikasikan, Trump mengatakan Iran akan berjanji untuk tidak mencari senjata nuklir, dan AS akan mengurangi dan menghancurkan persediaan uranium yang diperkaya Iran.
BACA JUGA:MPM BISA Cara MPMX Berdayakan Penyandang Disabilitas di Indonesia, Dorong Kemandirian Ekonomi
Satu tahun yang lalu, Timur Tengah berubah. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
2. Iran Bebas Miliki Senjata Nuklir
- 1
- 2
- 3
- »





