JAKARTA, KOMPAS.com - Kelangkaan stok bunga mawar masih terjadi di Sentra Pasar Bunga Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Imbasnya, harga sejumlah bunga, terutama mawar berbagai warna, melonjak tajam dalam dua pekan terakhir hingga tiga kali lipat.
Salah seorang pedagang bunga di Pasar Rawa Belong, Dani (23) menyebut kelangkaan bunga ini terjadi akibat tingginya permintaan pasar dan berkurangnya stok bunga.
"Yang lagi langka sekarang mawar, terutama mawar Malang. Aster juga sih, tapi mawar paling langka. Karena stok dari petaninya lagi berkurang, dari Malang," kata Dani saat ditemui Kompas.com di kiosnya, Minggu (14/6/2026).
Baca juga: Momen Haru, Anggota DPRD PAN Beri Setangkai Bunga untuk Pasukan Oranye
Akibat kelangkaan tersebut, harga mawar melonjak hingga tiga kali lipat, dari harga Rp 50.000 menjadi Rp 150.000 per ikat.
Menurut dia, kelangkaan stok itu disebabkan panen bunga yang terganggu cuaca dari petani di kawasan Malang, Jawa Timur serta Bandung dan Cianjur, Jawa Barat.
"Kalau mawar itu paling banyak dari Malang, sisanya bunga lain dari Bandung sama Cianjur. Hampir semua bunga memang begitu karena cuaca buruk, panennya berkurang," kata dia.
Kelangkaan tidak hanya terjadi pada satu jenis mawar, melainkan hampir seluruh varietas mawar yang banyak dicari konsumen.
"Semua jenis mawar mengalami kenaikan, paling susah emang yang merah, warna lain juga rata-rata lebih tinggi harganya," ucapnya.
Baca juga: Tak Dapat Tiket Konser EXO di GBK, Bunga Pilih Buka Jasa Penitipan Barang untuk Penonton
Dani pun menyebut kondisi itu membuatnya harus menaikkan harga modal, dan berujung pada melonjaknya harga jual ke konsumen.
Meski harga melambung tinggi, Dani menyebut permintaan dari konsumen masih tetap ada karena memang masih banyak yang membutuhkan bunga.
Permintaan Tinggi di Musim KelulusanGatot (42) pedagang bunga mawar lainnya juga membenarkan adanya kenaikan harga bunga dan kelangkaan stok.
Menurutnya, selain masalah panen, kelangkaan juga disebabkan tingginya angka permintaan di momen kelulusan sekolah anak-anak di Jakarta.
"Kan sekarang itu musimnya anak-anak sekolah pada kelulusan, mereka pada pakai bunga buat acara wisuda. Semua ke sini, habis stok jadi makin sedikit, makanya harganya naik," ucap Gatot.
Baca juga: Karangan Bunga Ucapan Selamat atas Pimpinan Baru Berjejer di Depan Kantor BGN
Serupa dengan Dani, Gatot juga mengaku terpaksa menaikkan harga jual bunganya hingga Rp 170.000 per ikat.





