VIVA – Dunia si kulit bundar tengah memanas sepanjang akhir pekan ini. Mulai dari kejutan di laga perdana Piala Dunia 2026 hingga geliat proyek naturalisasi baru Timnas Indonesia.
Kanal Bola viva.co.id menyajikan deretan kabar yang paling menyedot perhatian pembaca. Sepanjang Minggu, 14 Juni 2026, berita seputar kegagalan Brasil memetik poin penuh atas Maroko, rumor transfer Ragnar Oratmangoen, hingga kritik tajam terkait standar ganda FIFA sukses nangkring di jajaran teratas artikel terpopuler.
Berikut rangkuman artikel terpopuler VIVA.co.id di kanal Bola sepanjang Minggu, 14 Juni 2026:
- REUTERS/Jeenah Moon
Timnas Brasil gagal memulai kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan. Menghadapi Maroko pada laga perdana Grup C, Selecao harus puas berbagi poin usai bermain imbang 1-1 di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu 14 Juni 2026 pagi WIB.
Hasil ini menjadi kejutan tersendiri mengingat Brasil datang ke turnamen sebagai salah satu favorit juara. Namun, semangat dan organisasi permainan Maroko kembali membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tim kuda hitam.
Atlas Lions bahkan sempat unggul lebih dulu sebelum akhirnya Vinicius Junior menyelamatkan Brasil dari kekalahan. Di balik hasil imbang tersebut, tersimpan sejumlah catatan statistik menarik yang menambah warna duel dua tim kuat ini.
Berikut 7 fakta menarik Brasil vs Maroko di Piala Dunia 2026:
Baca selengkapnya
4. Nova Arianto Ajukan Permintaan Khusus ke PSSI usai Timnas Indonesia U-19 Gagal ke Final- Antara
Timnas Indonesia U-19 menutup perjalanan mereka di Piala AFF U-19 2026 dengan raihan posisi ketiga. Namun di balik hasil tersebut, pelatih Nova Arianto justru mengirim pesan penting kepada PSSI terkait masa depan Garuda Muda.
Indonesia memastikan finis di peringkat ketiga setelah menundukkan Kamboja dengan skor tipis 1-0 pada laga perebutan tempat ketiga yang berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Sabtu, 13 Juni 2026
Gol semata wayang kemenangan dicetak Muhammad Al Gazani Dwi Sugandi. Gol itu lahir dari skema bola mati ketika Isfandyar Abdillah mengirim umpan sepak pojok yang berhasil disambut Al Gazani untuk menjebol gawang lawan.





