VIVA – Bagi seorang Muslim, doa dan ikhtiar adalah dua hal yang senantiasa berjalan beriringan dalam kehidupan.
Itulah mengapa, setelah mengerahkan seluruh usaha dengan maksimal, langkah krusial berikutnya adalah berserah diri secara total kepada Allah SWT melalui sikap tawakal.
Prinsip hidup ini bukan sekadar teori, melainkan keteladanan nyata yang dipraktikkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW dalam kesehariannya.
Bahkan, Al-Qur’an turut mengabadikan momen ketika Rasulullah memanjatkan doa kepasrahan usai berikhtiar.
Doa tawakal tersebut termaktub dalam Surah At-Taubah ayat 129, yang hingga kini menjadi kompas bagi umat Islam untuk senantiasa menggantungkan harapan hanya kepada-Nya setelah semua usaha selesai ditunaikan.
Berikut doa tawakal yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
Doa Nabi Muhammad saat bertawakalحَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
Arti: "Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan pemilik 'Arasy (singgasana) yang agung."
(QS At-Taubah: 129)
(kmr)





