Usai Jadi Sorotan Publik Akibat Polemik, Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI Kini Diwajibkan Pakai Alat Ini

tvonenews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Gelaran Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI sempat menuain polemik di publik usai kontroversi dewan juri yang menganulir jawaban peserta SMAN 1 Pontianak pada ajang tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Dewan juri yang kala itu Indri Wahyuni dan Dyastasita Widya Budi memilih menganulir jawaban dari siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra.

Sementara, dewan juri memilih membenarkan jawaban dari kubu SMAN 1 Sambas yang memiliki jawaban serupa dengan SMAN 1 Pontianak.

Lantas, keputusan dari dewan juri itupun menuai protes dan polemik di publik terkait independensi pelaksanaan LCC empat Pilar MPR RI tersebut.

Berjalannya waktu, MPR RI pun melakukan berbagai perbaikan sistem pelaksanaan lomba cerdas cermat tersebut usai sempat menjadi sorotan publik.

Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah mengungkapkan sejumlah perbaikan dan pembaruan dalam penyelenggaraan LCC Empat Pilar MPR RI 2026.

Inovasi tersebut mencakup penyempurnaan sistem penilaian, penguatan mekanisme pengawasan hingga penambahan kategori penghargaan guna meningkatkan kualitas kompetisi.

"Dalam kejuaraan LCC sekarang ada sistem monitoring. Apabila ada permasalahan atau ketidaksepahaman dalam penilaian, kita bisa melihat rekam ulangnya. Kemudian, kami juga melibatkan lebih banyak juri daerah," kata Titi kepada awak media, Jakarta, Minggu (15/6/2026).

Titi mengungkap salah satu perubahan yang diterapkan ialah penggunaan sistem monitoring yang memungkinkan dewan juri dan panitia melakukan peninjauan ulang apabila terjadi perbedaan pandangan dalam proses penilaian.

Hal itu disampaikan Titi usai menyerahkan piala dan medali kepada SMAN 2 Katingan Kuala sebagai Juara I LCC Empat Pilar MPR RI tingkat SMA se-Provinsi Kalimantan Tengah di Kalawa Convention Hall, Palangka Raya, Sabtu (13/6).

Menurutnya, evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap berbagai aspek teknis perlombaan agar pelaksanaan LCC berlangsung lebih transparan, objektif, dan akuntabel.

Selain itu, MPR RI mewajibkan seluruh dewan juri menggunakan headphone monitor selama perlombaan berlangsung. 

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap jawaban peserta dapat terdengar dengan jelas sehingga meminimalkan potensi kesalahan penilaian.

"Banyak teknis lomba yang kami evaluasi. Sekarang juri juga harus menggunakan headphone. Itu menjadi kewajiban agar lebih jelas mendengarkan jawaban-jawaban peserta," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nestory Irankunda Mempersembahkan Gol Debut Piala Dunia untuk Tim Cahill dan Kirim Pesan Inspiratif bagi Generasi Muda
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Festival Muharram di Taman Bendera Pusaka jadi Rangkaian HUT ke-499 Jakarta
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KPK Panggil Fuad Bos Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini
• 9 jam laludetik.com
thumb
Komnas Perempuan: Perlu percepatan implementasi UU TPKS di daerah
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Jalur Damai Makin Terbuka, AS-Iran Bakal Bertemu di Swiss Pekan Ini
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.