jpnn.com - JAKARTA - Katib Syuriyah PCNU Jombang 2017-2022 Kiai Ahmad Samsul Rijal atau biasa dipanggil Gus Rijal menilai Abdussalam Shohib atau Gus Salam sudah memenuhi syarat untuk maju sebagai calon Ketum PBNU.
"Gus Salam telah memenuhi syarat lulus pendidikan kaderisasi sesuai jenjang yang dipersyaratkan dan telah memperoleh sertifikasi yang terverifikasi dalam siskader,” kata Gus Rijal.
BACA JUGA: Muktamar ke-35 NU Dijadwalkan 1-5 Agustus 2026, Lokasi Segera Ditentukan
Di tengah persiapan Konbes dan Munas Alim Ulama NU yang konon akan digelar pada 20-23 Juni 2026 di PP Al-Falah Ploso, Kediri dan Bangkalan, isu kandidat calon Ketum PBNU itu makin kencang, terutama tentang mekanisme pemilihan dan syarat menjadi calon dalam Muktamar ke-35 NU nanti.
Kabarnya dalam Konbes dan Munas NU itu akan dibahas pengaturan terkait pemilihan, baik melalui perubahan norma dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) maupun Peraturan Perkumpulan (Perkum) NU.
BACA JUGA: Cirebon Raya Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU
Menurut Gus Rijal, salah satu syarat calon ketum ialah pernah mengikuti pendidikan kaderisasi. Dan dalam Perkum NU, disebutkan lulus pendidikan kaderisasi sesuai jenjang yang dipersyaratkan untuk tingkat kepengurusannya, dibuktikan dengan sertifikat kaderisasi yang dilaksanakan dan diakui di lingkungan Nahdlatul Ulama.
'Siapa pun yang maju sebagai kandidat calon Ketum PBNU nanti dapat dicek di siskader; sistem informasi kaderisasi. Apakah dia telah lulus kaderisasi atau belum. Prosedurnya begitu," ujarnya.
BACA JUGA: Di NTT, Gus Salam Disebut Mampu Mengamalkan Ajaran Sesepuh NU
Menurutnya, syarat kaderisasi diputuskan dan ditetapkan dalam Konbes dan Munas melalui perubahan Perkum NU atau draf tata tertib pemilihan, maka ketentuan itu yang akan digunakan dalam muktamar.
“Selanjutnya tinggal verifikasi, apakah kandidat calon ketua umum PBNU yang telah beredar seperti Gus Yahya, Gus Salam, Gus Yusuf, Gus Zulfa Musthofa, Kia Imam Jazuli, Prof Nasaruddin atau lainnya telah lulus PMKNU? Apakah terverifikasi dalam Siskader NU?,” ujar Gus Rijal yang juga pengurus Korbid Pengkaderan PWNU Jawa Timur, 2018-2023.
Menurutnya, dalam Konbes dan Munas nanti akan menjadi arena pertarungan krusial para pihak untuk membuka celah dan saling membatasi melalui ketentuan organisasi.
“Materi Konbes dan Munas sudah memuat draf perubahan-perubahan itu. Dan hal itu telah memantik perdebatan dan kecurigaan kalangan nahdiyin siapa yang ingin mendapatkan keuntungan melalui Konbes dan Munas NU?” kata Gus Rijal.
“Beberapa nama seperti Gus Salam, Gus Miftah, Gus Yusuf, Kiai Imam Jazuli dan beberapa lainnya telah yang mengikuti PMKNU seharusnya lulus,” ujarnya. (*/jpnn)
Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan



