Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi sindir pihak-pihak yang kerap menyudutkan kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. Menurutnya, apa yang dilakukan pihak itu bukanlah sebuah bentuk kritikan.
Seperti diketahui, Dedi Mulyadi adalah Gubernur Jawa Barat. Pria yang akrab disapa KDM ini mulai menjabat sejak Februari 2025.
Sejak menjabat sebagai gubernur, Dedi Mulyadi kerap menuai perhatian publik. Bukan hanya karena sosoknya, melainkan dari kebijakan-kebijakanya.
Beberapa kebijakan Dedi yang menuai perhatian publik adalah vasektomi sarat bansos, pendidikan barak militer, sekolah Maung, hingga masalah pajak kendaraan. Walau sering membuat gebrakan baru, Dedi tak luput dari kritikan hingga nyinyiran publik.
Terkait hal itu, baru-baru ini Dedi Mulyadi sindir pihak yang kerap menyudutkan kebijakan Pemprov Jabar. Sentilan menohok Dedi Mulyadi itu terekam di akun Instagramnya @dedimulyadi71 dilansir pada Minggu (14/06/2026).
Di unggahan itu, Dedi Mulyadi awalnya mengucapkan terima kasih pada orang yang kerap mengkritiknya. Bahkan, ia juga berterima kasih pada orang yang sering menyudutkan kebijakannya selama jadi gubernur.
"Bagi yang mengkritik saya, saya ucapkan juga terima kasih. Bagi yang setiap hari melakukan upaya-upaya menyudutkan seluruh kebijakan Provinsi Jawa Barat, saya juga mengucapkan terima kasih," ujarnya.
Menurut Dedi, orang yang mengkritik dan menyudutkan kebijakannya memiliki karakteristik yang berbeda. Orang yang mengkritik cenderung menggunakan data serta menawarkan solusi baru.
Sementara itu orang yang kerap menyudutkannya, menurut Dedi hanya berdasarkan emosi semata.
"Kalau yang mengkritik itu selalu menggunakan data, argumentasi yang kuat."
"Kalau yang menyudutkan, itu biasanya hanya didasarkan pada emosi," lanjutnya.
Meski begitu, Dedi tetap menghargai keduanya lantaran merupakan warga Jawa Barat.
"Tapi dua-duanya saya hargai karena semuanya adalah warga Jawa Barat," ungkap KDM.
Tidak Masalah Dibenci
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pesan tegas soal arah kepemimpinannya yang kerap memicu pro dan kontra di tengah masyarakat. Dalam video yang diterima Kompas.com, Jumat (20/6/2025) pagi, Dedi memberi pesan menyentuh soal kepemimpinan.
"Jangan mengorbankan banyak orang hanya untuk melindungi sedikit orang. Itulah pemimpin," ujar Dedi.
Menurut Dedi, pemimpin harus berani mengambil keputusan besar demi kepentingan rakyat banyak, meskipun menimbulkan penolakan dan kritik dari pihak tertentu.
Salah satu contohnya saat ia mulai mengambil langkah tegas untuk menghentikan tambang ilegal dan membersihkan kawasan rusak, muncul penolakan dari sejumlah pihak. Padahal menurut Dedi, kebijakan itu diambil karena Jawa Barat pernah kehilangan keindahan bentang alam seperti sawah, hutan, dan kebun teh akibat penataan ruang yang amburadul.
"Saya paham ketika membabat semak, pasti banyak tikus yang berlari, pasti ada ular yang meronta, pasti ada kecoa yang berteriak," katanya.
"Saya lebih memilih menjadi pemimpin yang dibenci tapi meninggalkan legasi, daripada dipuja tapi hanya meninggalkan harapan hampa," tegasnya. (*)
Artikel Asli




