Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara diperkirakan menerima dividen sebesar Rp4,83 triliun dari empat emiten tambang pelat merah yang berada di bawah naungan PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID). Nilai tersebut turun 9,38% dibandingkan dividen yang diterima dari keempat perusahaan pada tahun buku 2024 yang mencapai Rp5,33 triliun.
MIND ID merupakan holding industri pertambangan BUMN yang bertugas mengelola dan mengembangkan nilai tambah sumber daya mineral dan batu bara nasional. Empat emiten yang menyumbang dividen tersebut adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Timah Tbk (TINS) yang telah mengumumkan pembagian dividen dalam rapat umum pemegang saham pekan lalu.
Kontributor terbesar berasal dari ANTM, perseroan memutuskan membagikan dividen sebesar Rp 5,04 triliun atau setara 70% laba bersih tahun buku 2025. Pemegang saham akan menerima dividen Rp 209,98 per saham.
Dengan kepemilikan sekitar 15,62 miliar saham atau 65% saham ANTM, MIND ID diperkirakan memperoleh dividen sekitar Rp3,27 triliun dari perusahaan tambang emas tersebut.
Sementara itu, PTBA menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 1,32 triliun atau 45% dari laba bersih tahun 2025 yang mencapai Rp 2,93 triliun. Nilai dividen yang dibagikan setara Rp114,50 per saham.
Sebagai pemegang sekitar 7,6 miliar saham PTBA, MIND ID berpotensi mengantongi dividen sekitar Rp 870,2 miliar dari emiten batu bara pelat merah tersebut.
Adapun TINS membagikan dividen sebesar Rp656,8 miliar atau setara Rp88,19 per saham. Dengan kepemilikan sekitar 4,84 miliar saham, MIND ID diperkirakan menerima dividen sekitar Rp426,8 miliar.
Sementara itu, INCO memutuskan membayarkan dividen senilai Rp77,9 per saham atau setara dengan Rp816,14 miliar (US$45,63 juta) dari laba bersih perseroan tahun buku 2025. Dengan banyak saham yang digenggam MIND ID sebesar 3,58 miliar, MIND ID diperkirakan mengantongi dividen sebesar Rp278,88 miliar
Jika dijumlahkan, total dividen yang berpotensi diterima MIND ID dari ketiga emiten tambang BUMN tersebut mencapai Rp 4,83 triliun.
Nilai dividen yang diterima MIND ID tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun buku 2024, ANTM membagikan dividen Rp 151,77 per saham, PTBA sebesar Rp332,44 per saham, INCO Rp 53,4 per saham dan TINS Rp 63,73 per saham.
Mengapa Rasio Dividen BUMN Tambang Turun?Penurunan total dividen terutama disebabkan oleh turunnya rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio sejumlah emiten tambang pelat merah. Sebagian laba ditahan untuk mendanai proyek pengembangan dan ekspansi usaha.
Direktur ANTM Handi Sutanto menjelaskan, penurunan rasio pembayaran dividen dilakukan agar perseroan memiliki ruang pendanaan yang lebih besar untuk mengembangkan berbagai proyek strategis di masa mendatang. Meski rasio pembayaran dividen turun, nilai dividen yang diterima pemegang saham tetap meningkat seiring lonjakan laba bersih perusahaan.
"Sebagiannya kami simpan untuk membiayai proyek-proyek pengembangan usaha yang menjadi masa depan Antam," ujar Handi dalam konferensi pers virtual, Rabu (10/6).
Handi menjelaskan, strategi tersebut sejalan dengan agenda transformasi perusahaan yang mengusung tema strengthening the core, building the future. Perseroan berupaya memperkuat fondasi bisnis melalui peningkatan kinerja operasional, optimalisasi portofolio usaha, disiplin pengelolaan biaya, serta investasi yang lebih selektif.
Dividen yang diterima dari perusahaan-perusahaan BUMN selanjutnya akan dikelola oleh Danantara sebagai badan investasi negara.
Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2026. Dalam beleid itu, Danantara diberi mandat untuk mengelola dividen yang berasal dari holding investasi, holding operasional maupun BUMN sesuai dengan porsi kepemilikan saham negara.
“Menyetujui penambahan dan/ atau pengurangan penyertaan modal pada BUMN yang bersumber dari pengelolaan dividen Holding Investasi, Holding Operasional, dan BUMN,” seperti yang tertulis dalam PP No 19 Tahun 2026 pasal 4 ayat (2) b.




