Diplomasi "Keripik Pisang" dari Konjen Australia

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

MATARAM, KOMPAS.com - Menyusuri jalan sempit di tengah dusun Kembang Kerang, Aikmel, Lombok Timur, bertemu beberapa ternak rumahan, ayam, bebek, dan disapa senyum hangat khas suku sasak.

Konsulat Jenderal Australia untuk Bali, NTB dan NTT, Jo Stevens mampir ke rumah Ketua Kelompok Usaha Desa, Inaq (Ibu) Khaeriah.

Sesekali berbahasa Indonesia, tak jarang dia lupa dan kembali menggunakan bahasa Inggris dengan aksen Australia.

Baca juga: Kebijakan Inklusi NTB, Bebaskan Pajak Kendaraan untuk Warga Disabilitas

Inaq Khaeriah yang biasa disapa Inaq Suma hanya bisa menjawab "Yes" disambut dengan tawa warga sekitar.

Kunjungan Jo di desa Kembang Kerang pada Rabu (10/6/2026) merupakan salah satu program INKLUSI, sebuah kemitraan pemerintah Australia-Indonesia untuk masyarakat inklusi.

Momen akrab terlihat ketika Jo penasaran bagaimana Inaq Suma memproduksi salah satu produk unggulannya dalam program ini, yakni keripik pisang.

Keripik pisang Inaq Suma tak biasa, tak seperti irisan pisang tipis pada umumnya. Inaq Suma menggunakan parut yang berpola, terlihat ada motif bolong dan tidak rata.

Baca juga: Kebijakan Inklusi NTB, Bebaskan Pajak Kendaraan untuk Warga Disabilitas

Motif keripik ini didapat dari pemotong khas yang ia dapatkan di toko online. Katanya, sulit mendapat pemotong khas ini, begitu juga cara menggunakannya, tak kalah sulit.

Susah untuk menggobet pisang lewat pemotong khas tersebut. Inaq Suma berkeluh, sudah tiga kali ganti parut karena patah saat terlalu ditekan.

KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO Konjen Australia Jo Stevens (kanan) bersama Inaq Suma saat mencoba membuat keripik pisang di desa Kembang Kerang, Aikmel Lombok Timur, Rabu (10/6/2026).
"Hati-hati sekali cara pakainya," tutur Inaq Suma.

Saat itulah Jo tergoda mencoba memotong pisang kepok yang masih muda tersebut. "Ternyata sulit ya," katanya.

Baca juga: Mahasiswa Bakal Demo di Bundaran HI, Bawa Tuntutan 11+9 untuk Pemerintah

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Semua orang tertawa melihat seorang Konjen Australia yang berpakaian rapi bermotif "berugak" duduk pakai "sentauk" kesulitan memotong pisang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Percobaan Penculikan Lansia di PIK
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Prediksi Pantai Gading vs Ekuador: Duel Dua Tim Paling Sulit Dibobol
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Makin Banyak Jual Mobil, BYD Makin Banyak Bantu Anak Sekolah
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
AFC Umumkan Daftar Peserta Kompetisi Asia, Persib dan Borneo FC Resmi Jadi Wakil Indonesia
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemendikdasmen Kebut Program Revitalisasi Sekolah Wilayah 3T hingga Salurkan Bantuan Rp3,69 triliun
• 8 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.