Mantan penasihat ekonomi Presiden Amerika Serikat (AS) ke-40 Ronald Reagan, Steve Hanke, menyoroti aksi mahasiswa yang turun ke jalan untuk memprotes kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Hanke menyebut para mahasiswa menolak agenda belanja pemerintah, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dianggap bermasalah.
"Ratusan mahasiswa berbaris di Jakarta, Indonesia, MELAWAN agenda belanja Presiden Prabowo, kenaikan harga bahan bakar, dan program makan gratis bermasalah milik Prabowo," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Senin (15/6).
Profesor Ekonomi Terapan di Johns Hopkins University itu menegaskan, pelemahan rupiah bukan hal mengejutkan. Menurutnya, kebijakan tersebut membebani fiskal dan menurunkan kepercayaan pasar.
"TIDAK BISA DIHERANII MENGAPA RUPIAH MEROSOT TAJAM," tandasnya.
Sebagai informasi, aksi demonstrasi yang diikuti ratusan hingga ribuan mahasiswa berlangsung pada Jumat (12/6/2026) di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Dukuh Atas, hingga Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Aksi bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” ini digerakkan oleh aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama sejumlah kampus se-Jabodetabek dan organisasi kepemudaan.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyerukan 5 tuntutan utama:
1. Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
Baca Juga: Idrus Marham Minta Tiyo Ardianto Pakai Etika saat Kritik Prabowo, Netizen: POV Koruptor Beri Nasihat
2. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM)
3. Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
4. Menghentikan militerisme di ranah sipil
5. Mendesak Presiden Prabowo Subianto berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah





