Grid.ID - Seorang wanita di Ogan Ilir tewas setelah dibunuh sang kekasih yang masih berusia remaja. Tersangka nekat melakukan aksi pembunuhan setelah mengetahui kehamilan sang pacar.
Adapun korban diketahui berinisial YS (29), sedangkan tersangka berinisial SD alias DN (18). Kasus pembunuhan itu terjadi di perkebunan karet Desa Tanjung Miring, Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Menurut keterangan polisi, SD diduga merencanakan pembunuhan karena tidak ingin bertanggung jawab atas kehamilan YS yang disebut telah memasuki usia tiga bulan. Lantas bagaimana kronologi wanita di Ogan Ilir dihabisi pacar yang masih remaja? Simak penjelasannya.
Kronologi Wanita di Ogan Ilir Dihabisi Pacar yang Masih Remaja
Kisah pilu ini bermula saat YS bekerja sebagai juru masak di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Rambang Kuang. Saat itu SD masih menempuh pendidikan menengah pertama atau Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Di tempat itu lah, mereka sering berinteraksi hingga saling jatuh cinta. SD menyebut bahwa korban adalah sosok yang baik dan selalu memberinya makanan.
“Korban orangnya baik. Kalau masak, selalu kasih saya makanan dan saya, iya (jatuh cinta). Di ponpes tidak mungkin dibolehkan pacaran. Saya dan dia pacaran diam-diam,” ujar SD saat diwawancarai TribunSumsel.com.
Setelah SD lulus MTS dan keluar dari ponpes pada 2024, keduanya tetap melanjutkan hubungan asmara. Mereka tetap berhubungan meski memiliki perbedaan usia yang cukup jauh.
YS dikenal sebagai janda muda satu anak. Namun, anak semata wayangnya telah meninggal dunia beberapa waktu sebelumnya. Kehilangan itu membuat YS semakin dekat dengan SD, hingga hubungan mereka berkembang layaknya pasangan suami-istri.
Tak disangka pada awal Juni 2026, YS mengaku hamil tiga bulan. Pengakuan itu langsung membuat SD panik lantaran merasa belum siap tanggung jawab. Hal itu lah yang membuat SD berbuat nekat hingga tega merencanakan pembunuhan terhadap YS.
“Saya awalnya ingin kandungan korban digugurkan saja. Tapi ternyata tidak bisa,” kata tersangka.
Tega Habisi Nyawa Korban hingga Rekaya Pembunuhan
Pada Rabu (10/6/2026) petang, SD mengajak YS ke perkebunan karet di Desa Tanjung Miring dengan sepeda motor milik korban. Di lokasi itu, SD memberikan minuman yang telah dicampur racun rumput.
Setelah meminum itu, korban mengalami mual dan muntah hingga kondisinya terus melemah. Alih-alih menolongnya, SD malah berusaha merekayasa kematian korban. SD menggunakan jilbab korban untuk menjerat lehernya dan mengikatkannya ke dahan pohon karet.
Ia melakukan hal itu agar terlihat seperti peristiwa gantung diri. Tak berhenti sampai di situ, SD juga menggasak sejumlah barang milik korban. Polisi mengungkapkan bahwa tersangka mengambil sepeda motor dan telepon seluler milik YS setelah kejadian.
Jasad Ditemukan Keesokan Harinya
Melansir Kompas.com, asad korban ditemukan warga pada Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang hingga polisi melakukan penyelidikan dan mengumpulkan sejumlah keterangan.
Dari hasil penyelidikan, polisi mengarah kepada SD sebagai terduga pelaku. Setelah itu, polisi menangkap SD di kediamannya di wilayah Lubai, Kabupaten Muara Enim. Dalam pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya dan menyatakan penyesalan.
Atas perbuatannya, SD dijerat Pasal 459 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 479 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Kini, ia terancap penjara 20 tahun.
"Saya salah. Korban itu orang baik yang saya sakiti," ujar SD.
Demikianlah kronologi wanita di Ogan Ilir dihabisi pacar yang masih remaja. (*)
Artikel Asli




