Jakarta (ANTARA) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memperkuat layanan wealth management dengan menghadirkan produk reksa dana berbasis dolar Amerika Serikat (USD) dari Batavia Prosperindo Aset Manajemen melalui super app BRImo dan Unit Kerja.
Melalui kerja sama tersebut, BRI menghadirkan tiga produk reksa dana antara lain Batavia China Sharia Equity USD, Batavia Technology Sharia Equity USD, dan Batavia USD Bond Fund.
Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto, dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa penguatan layanan wealth management terus dilakukan seiring berkembangnya kebutuhan nasabah terhadap pilihan investasi yang semakin beragam.
Menurutnya, integrasi layanan investasi ke dalam BRImo menjadi bagian dari strategi BRI untuk menghadirkan pengalaman finansial yang lebih praktis dan terintegrasi bagi nasabah.
Aris menambahkan, kehadiran produk reksa dana USD ini sekaligus memperluas alternatif investasi yang dapat diakses melalui BRImo, sehingga nasabah dapat mengelola kebutuhan transaksi perbankan dan investasi dalam satu platform.
"Ke depan, kami akan terus memperkuat layanan wealth management serta memperkaya pilihan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah," ujar Aris.
Lebih lanjut, perseroan menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya memperluas pilihan investasi bagi nasabah di tengah dinamika pasar global yang terus berkembang.
Selain memberikan kemudahan akses melalui platform digital, kerja sama tersebut juga membuka kesempatan bagi nasabah untuk memperoleh eksposur pada berbagai tema investasi di pasar internasional.
Adapun ketiga produk reksa dana USD Batavia menawarkan karakteristik investasi yang berbeda, mulai dari eksposur pada sektor-sektor pertumbuhan di China dan industri teknologi global hingga instrumen obligasi pemerintah berbasis dolar AS.
Batavia China Sharia Equity USD berinvestasi pada saham-saham perusahaan di China, termasuk Hong Kong SAR dan Taiwan, dengan fokus pada tema pertumbuhan jangka panjang seperti artificial intelligence (AI), robot humanoid, pemulihan konsumsi, serta rantai pasok kendaraan listrik.
Sementara Batavia Technology Sharia Equity USD memberikan eksposur kepada perusahaan-perusahaan sektor teknologi dan komunikasi global yang menjadi bagian penting dari perkembangan ekonomi digital.
Sedangkan Batavia USD Bond Fund berinvestasi pada obligasi pemerintah berbasis dolar AS dengan strategi durasi jangka pendek untuk membantu menjaga volatilitas portofolio tetap terukur.
Melalui kerja sama tersebut, BRI menghadirkan tiga produk reksa dana antara lain Batavia China Sharia Equity USD, Batavia Technology Sharia Equity USD, dan Batavia USD Bond Fund.
Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto, dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa penguatan layanan wealth management terus dilakukan seiring berkembangnya kebutuhan nasabah terhadap pilihan investasi yang semakin beragam.
Menurutnya, integrasi layanan investasi ke dalam BRImo menjadi bagian dari strategi BRI untuk menghadirkan pengalaman finansial yang lebih praktis dan terintegrasi bagi nasabah.
Aris menambahkan, kehadiran produk reksa dana USD ini sekaligus memperluas alternatif investasi yang dapat diakses melalui BRImo, sehingga nasabah dapat mengelola kebutuhan transaksi perbankan dan investasi dalam satu platform.
"Ke depan, kami akan terus memperkuat layanan wealth management serta memperkaya pilihan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah," ujar Aris.
Lebih lanjut, perseroan menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya memperluas pilihan investasi bagi nasabah di tengah dinamika pasar global yang terus berkembang.
Selain memberikan kemudahan akses melalui platform digital, kerja sama tersebut juga membuka kesempatan bagi nasabah untuk memperoleh eksposur pada berbagai tema investasi di pasar internasional.
Adapun ketiga produk reksa dana USD Batavia menawarkan karakteristik investasi yang berbeda, mulai dari eksposur pada sektor-sektor pertumbuhan di China dan industri teknologi global hingga instrumen obligasi pemerintah berbasis dolar AS.
Batavia China Sharia Equity USD berinvestasi pada saham-saham perusahaan di China, termasuk Hong Kong SAR dan Taiwan, dengan fokus pada tema pertumbuhan jangka panjang seperti artificial intelligence (AI), robot humanoid, pemulihan konsumsi, serta rantai pasok kendaraan listrik.
Sementara Batavia Technology Sharia Equity USD memberikan eksposur kepada perusahaan-perusahaan sektor teknologi dan komunikasi global yang menjadi bagian penting dari perkembangan ekonomi digital.
Sedangkan Batavia USD Bond Fund berinvestasi pada obligasi pemerintah berbasis dolar AS dengan strategi durasi jangka pendek untuk membantu menjaga volatilitas portofolio tetap terukur.





